Dia punya banyak opsi. Namanya saja skuad Real Madrid. Eduardo Camavinga, Thiago Pitarch, bahkan Dani Ceballos dan Federico Valverde, semua siap mengisi kekosongan itu.
“Kami punya banyak pilihan untuk posisi itu. Camavinga, Thiago, Ceballos, Valverde… Saya sudah tahu siapa yang akan main besok. Mereka memberi saya kepercayaan diri besar. Pemain cadangan juga harus siap membantu, karena pertandingan nanti akan panjang dan intens. Saya merasa beruntung punya skuad seperti ini,” paparnya.
Menghadapi raksasa seperti Bayern Munich di kandang mereka memang berat. Tapi Arbeloa menolak anggapan bahwa timnya butuh keajaiban. Bagi dia, ini soal fokus dan karakter.
“Mereka tim hebat, punya sejarah dan mentalitas kuat. Tapi kami harus fokus pada diri sendiri. Itu yang penting dan yang bisa kami kendalikan.”
Dia bahkan menegaskan, menang di Jerman bukanlah hal mustahil. “Saya tidak lihat kami perlu keajaiban. Kalau kami menang di leg pertama, itu juga bukan hal gila. Kiper mereka yang jadi pemain terbaik waktu itu. Kami mampu. Siapa pun yang kenal Real Madrid, tidak akan anggap kemenangan besok sebagai keajaiban.”
Yang dia soroti justru efektivitas. Peluang di depan gawang Bayern nanti mungkin tidak akan datang bertubi-tubi seperti di Madrid. Jadi, setiap kesempatan harus dimaksimalkan.
“Kami harus perbaiki banyak aspek. Yang penting memanfaatkan peluang; kemungkinan besar kami tidak akan dapat banyak peluang seperti di leg pertama. Ini soal kepercayaan diri. Kalau mau menang dan lolos, ya harus cetak gol. Harus tampil sangat bagus besok.”
Jadi, begitulah. Dengan beban sejarah gemilang di pundak dan keyakinan yang menggebu, Real Madrid melangkah ke Allianz Arena. Misi mereka satu: balikkan keadaan, dan pertahankan asa menuju semifinal.
Artikel Terkait
Cedera Achilles Ancam Partisipasi Hugo Ekitike di Piala Dunia 2026
Bayarn Munchen Hadapi Real Madrid di Leg Kedua Semifinal Liga Champions dengan Agregat Tipis 2-1
Harga Tiket Indonesia Open 2026 Diumumkan, Mulai Rp40 Ribu hingga Rp2,4 Juta
Pelatih Timnas U-17: Euforia Kemenangan 4-0 Harus Segera Diredam, Fokus ke Malaysia