Menteri Sosial: Gedung Permanen Sekolah Rakyat Ditargetkan Beroperasi Juli 2026

- Rabu, 15 April 2026 | 17:45 WIB
Menteri Sosial: Gedung Permanen Sekolah Rakyat Ditargetkan Beroperasi Juli 2026

TANGERANG – Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, membuka suara soal kondisi perpustakaan di Sekolah Rakyat. Menteri Sosial ini tampak optimis, meski saat ini masih menempati gedung sementara. “Secara umum sih baik,” ujarnya, Rabu (15/4/2026) di Tangerang.

Namun begitu, ia mengakui bahwa fasilitas yang ada belum permanen. Gedung tetapnya sendiri rencananya baru akan mulai digunakan pada Juli 2026 mendatang. “Insya Allah mudah-mudahan bulan Juli bisa dimulai dengan gedung permanen sekolah rakyat,” tutur Gus Ipul.

Ia bahkan sudah menargetkan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bisa digelar sekitar tanggal 14 di bulan yang sama. Jadi, harapannya, tahun ajaran baru nanti sudah bisa berjalan di lokasi yang lebih layak.

Di sisi lain, ada cerita menarik yang diungkap oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI, Aminuddin Aziz. Ternyata, minat baca para siswa di sana punya ciri khas sendiri. Mereka sangat menyukai cerita-cerita populer, terutama buku bertema superhero.

“Nah saya tanya superhero nya seperti apa?” urainya.

“Ada tokoh-tokoh kartun, ada juga cerita tentang nabi misalnya, cerita tentang orang terkenal.”

Menurut sejumlah saksi, siswa-siswa itu berkelakar. Mereka bilang, membaca kisah-kisah seperti itu memberi inspirasi karena mereka juga ingin jadi orang hebat. “Ini kan berarti ada sebuah cita-cita yang besar ya pada mereka itu,” sambung Aminuddin.

Tak cuma superhero. Genre lain yang laris adalah cerita petualangan dan segala hal tentang luar angkasa. Buku-buku semacam itu rupanya jadi jendela bagi imajinasi mereka, membawa pikiran melampaui keseharian yang mungkin terasa terbatas.

Ada lagi tren yang mulai terlihat. Seiring bertambahnya usia, sebagian siswa tampaknya mulai tertarik pada cerita-cerita dunia remaja. Wajar saja, mereka sedang memasuki fase pencarian jati diri. Jadi, buku pun jadi teman sekaligus cermin.

Jadi, begitulah sekilas gambaran dari Tangerang. Di satu sisi, ada pembenahan infrastruktur yang terus diupayakan. Di sisi lain, semangat literasi anak-anak justru tumbuh dengan caranya yang unik dan penuh warna.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar