Di tengah masa reses yang seharusnya sepi, Komisi III DPR RI justru menggelar rapat. Kamis pagi (8/1), ruang rapat di gedung DPR Jakarta ramai lagi. Mereka mengundang dua pakar: kriminolog Adrianus Eliasta Sembiring Meliala dan ahli hukum tata negara Muhammad Rullyandi untuk sebuah Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU). Agenda utamanya jelas, tapi berat: menyaring gagasan untuk reformasi di tubuh Polri, Kejaksaan, dan Pengadilan.
Rapat yang terbuka untuk publik ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III, Habiburokhman. Di sampingnya, duduk Wakil Ketua Sari Yuliati dan sejumlah anggota lain.
Habiburokhman membuka rapat dengan penjelasan. Ia menegaskan bahwa kegiatan di masa reses ini sudah dapat izin dari pimpinan DPR.
“Kami menyampaikan bahwa agenda ini diselenggarakan di masa reses setelah mendapat izin dari pimpinan DPR RI ya, dan mengingat memang kita juga penting untuk terus ya apa namanya berkontribusi pemikiran terkait reformasi kepolisian, kejaksaan, dan peradilan,” ucapnya.
Menurutnya, ini bukan sebuah langkah yang tiba-tiba. Komisi III sudah beberapa kali menggelar forum serupa, mendengar bukan hanya dari ahli, tapi juga keluhan langsung dari masyarakat.
“Saya informasikan ke Pak Rullyandi dan Pak Sembiring bahwa kita sebelumnya juga sudah beberapa kali menggelar RDPU ya, apakah mendengarkan keterangan dari ahli-ahli, termasuk juga mendengar masukan dan laporan aduan dari masyarakat terkait reformasi kepolisian, kejaksaan, dan peradilan,” jelas Habiburokhman.
Sekitar pukul setengah sepuluh pagi, suasana mulai serius. Habiburokhman lantas mempersilakan Muhammad Rullyandi untuk pertama kali menyampaikan pandangannya.
“Ya jadi kami ingin mendengarkan pendapat dari Pak Dr. Rullyandi dan Pak Prof. Adrianus soal reformasi Polri ini,” ujarnya, mengalihkan perhatian ke para pakar.
Hingga berita ini diturunkan, rapat masih berjalan. Diskusi masih terus bergulir, mencari titik terang untuk reformasi yang sudah lama dinanti.
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Serukan Anak Muda Tak Putus Asa dengan Indonesia di Tengah Sidang Korupsi
Ketua BEM UGM Laporkan Teror Anonim Usai Kritik Pemerintah
Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105 Ribu Pick Up India
Tes Urine Massal di Polres Jakarta Pusat, Satu Personel Positif Codeine karena Obat Batuk