Kalau ada yang nanya, "PURI saham apa sih?", jawabannya adalah emiten properti yang basisnya di Batam. Tepatnya, PT Puri Global Sukses Tbk ini fokus bangun proyek-proyek real estate, dan hampir semuanya terkonsentrasi di pulau itu.
Perusahaannya sendiri berdiri delapan tahun lalu, tepatnya di 2016. Melansir laman resmi mereka, proyek perdananya adalah The Monde Residence. Sejak saat itu, roda bisnis terus berputar. Kini, mereka sudah punya sepuluh proyek yang berhasil dikembangkan.
Portofolio properti mereka cukup beragam, lho. Mulai dari hunian perumahan, apartemen tinggi, sampai kawasan komersial semacam ruko. Yang menarik, mereka masih punya cadangan lahan yang cukup gede sekitar 106 hektar yang siap dibangun kapan saja. Semua tanah itu, lagi-lagi, lokasinya di Batam.
Nah, soal pengerjaan proyek, Puri Global Sukses biasanya menyerahkan pada anak perusahaannya. Tapi tak jarang juga mereka kolaborasi dengan mitra. Dalam kerja sama model ini, peran PURI adalah membangun di atas lahan yang sebenarnya dimiliki sang mitra.
Sampai saat ini, sudah dua apartemen yang berhasil mereka tegakkan: Permata Residence dan The Monde City.
Perseroan mulai go public pada 2020. Kala itu, mereka melepas 200 juta saham dengan harga penawaran Rp170 per lembar. Hasilnya? Dana segar sebesar Rp34 miliar pun mengalir ke kas perusahaan.
Lalu, siapa yang pegang kendali saham PURI?
Berdasarkan data per 31 Oktober 2025, pemegang saham pengendali adalah PT Bumi Kreasi Baru. Mereka memegang 768 juta saham, atau setara 76,8% dari total.
Pemain besar lainnya adalah Ong Yick Sing, dengan kepemilikan sekitar 5,15%. Sisa sekitar 14,73% saham beredar di tangan publik.
Ada empat nama yang tercatat sebagai penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham ini: Eko Saputro Wijaya, Helli Saputra, Wagiman, dan David Tantri.
Bagaimana kinerja sahamnya di pasar?
Pada Rabu, 26 November 2025, saham PURI melesat. Harganya menyentuh Rp444, naik signifikan 22,65% dari harga pembukaan. Yang lebih mencengangkan, dalam enam bulan terakhir, saham ini sudah naik lebih dari dua kali lipat tepatnya 119%.
Puncaknya terjadi di 2025, saat PURI sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di Rp1.110. Padahal, di semester awal tahun yang sama, harganya masih berkutat di rentang Rp180 sampai Rp250 saja. Fluktuasinya cukup ekstrem.
Begitulah sekilas profil PURI, salah satu emiten properti yang punya cerita menarik di Bursa Efek Indonesia.
Artikel Terkait
Wall Street Melemah di Awal Pekan, Investor Tunggu Laporan Keuangan Raksasa Teknologi dan Perkembangan Negosiasi AS-Iran
Garuda Metalindo Bagikan Dividen Rp117,2 Miliar, Setara 88,63% Laba Bersih 2025
Garudafood Bagikan Dividen Rp350 Miliar, Rp9,5 per Saham
OJK Ungkap Data Konsentrasi Kepemilikan Saham Jadi Acuan MSCI Keluarkan Emiten dari Indeks