Wall Street kembali menunjukkan warna hijaunya di awal sesi Jumat. Setelah beberapa hari bergelut dengan volatilitas, sentimen positif akhirnya datang dari sektor yang paling diandalkan belakangan ini: saham-saham teknologi berbasis kecerdasan buatan.
Oracle, misalnya, langsung melesat lebih dari 4 persen. Lonjakan ini jadi angin segar setelah sahamnya tertekan sepanjang pekan. Pemicunya adalah kesepakatan TikTok yang akan menjual operasionalnya di AS kepada sebuah perusahaan patungan baru. Oracle, bersama investor private equity Silver Lake, terlibat di dalamnya.
Sebelumnya, kabar buruk sempat menghantam. Rumor yang beredar menyebut Oracle kehilangan salah satu pendukung kunci untuk proyek pusat datanya. Guncangan itu tak hanya dirasakan Oracle, tapi juga menyeret saham-saham AI lain seperti Broadcom dan AMD. Meski ada penguatan hari ini, secara mingguan saham Oracle masih terpangkas lebih dari 5 persen.
Di tengah hiruk-pikuk pasar, seorang strategis pasar memberikan pandangan yang cukup optimis untuk tahun depan.
“Pelonggaran kebijakan moneter, stimulus fiskal, meredanya ketidakpastian perdagangan, serta belanja AI sebagai mesin pertumbuhan baru berpotensi menciptakan reli saham yang lebih luas pada 2026,” ujar Magdalena Ocampo, Market Strategist Principal Asset Management.
Sektor semikonduktor juga ikut bergerak. Nvidia naik sekitar 1 persen, didorong laporan Reuters bahwa pemerintahan Trump sedang meninjau kemungkinan perusahaan itu menjual chip AI canggih ke China. Ini sejalan dengan pernyataan Trump sebelumnya yang akan mengizinkan pengiriman chip H200 untuk pelanggan tertentu di sana.
Tak ketinggalan, Micron Technology terus melanjutkan momentum bullish dengan kenaikan di atas 1 persen. Sahamnya sebelumnya sudah melonjak 10 persen setelah perusahaan memberikan proyeksi pendapatan kuartalan yang sangat solid. Intinya, permintaan chip masih jauh melampaui pasokan, dan kondisi itu diprediksi akan bertahan.
Namun begitu, bukan berarti semua cerah. Secara keseluruhan, saham-saham semikonduktor masih terperosok sekitar 8 persen dari level tertingginya. Dan di sisi lain, ada Nike yang justru terjungkal. Saham apparel raksasa itu anjlok lebih dari 11 persen! Penyebabnya adalah laporan penurunan pendapatan di pasar China kuartal kedua tahun fiskal, ditambah tekanan pada margin laba kotor karena kenaikan tarif.
Hati-hati juga, pergerakan hari ini berpotensi sangat volatil. Pasalnya, hari Jumat ini adalah momen "quadruple witching", di mana kontrak opsi dari empat jenis sekuritas sekaligus jatuh tempo. Goldman Sachs bahkan memperkirakan lebih dari USD 7,1 triliun eksposur opsi akan berakhir, yang terbesar sepanjang sejarah.
Penguatan Nasdaq hari ini mengikuti jejak S&P 500 dan Dow Jones yang berhasil menghentikan tren penurunan empat hari berturut-turut di sesi sebelumnya. Nasdaq Composite naik 1,4 persen, didorong seluruh anggota "Magnificent Seven" yang ditutup di zona hijau.
Tapi kalau dilihat dari kaca mata mingguan, gambaran besar belum sepenuhnya pulih. Indeks S&P 500 dan Dow Jones masing-masing masih terkoreksi sekitar 0,8 persen. Nasdaq pun tercatat turun 0,8 persen hingga akhir pekan ini.
Artikel Terkait
Wall Street Menguat Didorong Harapan Damai AS-Iran dan Optimisme Sektor AI
Indosat Bagikan Dividen Rp3,58 Triliun di Tengah Ekspansi Strategi AI
Cimory Ekspor Perdana Yogurt ke Vietnam Senilai Rp1,13 Miliar
Pendapatan HAJJ Tembus Rp287,64 Miliar di Kuartal I-2026, Margin Laba Kotor Melonjak 55 Persen