Namun begitu, di tengah gemuruh pujian, Eksel memilih sikap rendah hati. Fokusnya, katanya, tetap pada Persija.
"Ya saya tidak berharap untuk ke situ," ujarnya dalam konferensi pers.
"Tapi saya akan memberikan yang terbaik untuk tim, kalau memang dari Tuhan ada kesempatan buat ke Timnas, saya akan memberikan yang terbaik untuk itu. Terima kasih,"
Soal persaingan ketat di posisi penyerang, ia malah punya sudut pandang lain. Bagi Eksel, itu bukan ancaman, melainkan sumber motivasi.
"Buat saya, pemain-pemain yang datang ke Persija, saya anggap bukan saingan, tapi saudara saya. Buat motivasi saya, ya kita saling bicara buat tim ini siapa yang lebih bagus, pasti dia akan main. Dan posisi saya striker lokal saya sangat bangga dan senang bisa ada senior-senior kayak Gustavo, ada striker yang baru datang juga. Saya sangat senang dan saya belajar dari dia, dan saya sabar untuk bermain sama mereka,"
Kata-katanya sederhana, tapi punya bobot. Sekarang, tinggal menunggu apakah performa memukau di SUGBK itu cukup untuk membawanya melangkah ke tingkat yang lebih tinggi.
Artikel Terkait
Persebaya Tumbang 0-3 dari Persija, Rachmat Irianto Akui Performa Tim Tak Memuaskan
Timnas Futsal Indonesia Hadapi Thailand di Final ASEAN Futsal Championship 2026
Tim Tenis Putri Indonesia Lolos ke Playoff Billie Jean King Cup Setelah 20 Tahun
LavAni Livin Tundukkan Garuda Jaya 3-0, Melangkah Mulus ke Grand Final Proliga