Di tengah riuh peserta Musyawarah Nasional XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia, Presiden Prabowo Subianto menyuarakan tekadnya. Ia ingin olahraga tradisional ini melangkah lebih jauh, hingga suatu hari nanti bisa dipertandingkan di Olimpiade. Pernyataannya itu disampaikan di Jakarta International Convention Center, Sabtu lalu.
"Hari ini bagi saya penuh kebanggaan. Juga kehormatan," ucap Prabowo membuka sambutannya.
Ia tak menampik bahwa perjalanan menuju Olimpiade masih panjang. Butuh kerja keras yang konsisten. Namun begitu, optimisme itu jelas terasa. Prabowo menilai, pencak silat sudah menjadi duta bangsa yang andal di mata dunia. Prestasi atlet-atlet nasional di berbagai ajang internasional, dengan tumpukan medali emas, perak, dan perunggu, telah cukup membuktikannya.
"Kita sudah mengharumkan nama bangsa. Cukup membanggakan. Sumbangan kita untuk kehormatan bangsa di kancah global sangat nyata," katanya.
Kekuatan Ada di Kemurniannya
Di sisi lain, Prabowo mengingatkan agar obsesi pada Olimpiade jangan sampai mengikis hal utama. Menurutnya, kekuatan pencak silat justru terletak pada kemurnian ilmunya. Pada nilai-nilai luhur yang diwariskan turun-temurun. Itulah daya tarik sebenarnya yang membuat banyak negara lain datang untuk belajar.
"Kalau ilmunya murni dan kuat, saudara-saudara dari mana-mana akan datang. Sudah terbukti. Mereka belajar, dan kadang jadi hebat-hebat," lanjut Presiden.
Ia meyakini, menjaga mutu dan esensi dari pencak silat itu sendiri jauh lebih penting daripada sekadar mengejar gelanggang Olimpiade.
Bukan Sekadar Dukungan Formal
Lebih dari sekadar komitmen politik, Prabowo menegaskan ikatannya dengan pencak silat adalah komitmen seumur hidup. Sebuah pengabdian yang tak lekang oleh jabatan atau waktu.
"Saya siap terus mendukung. Dengan jabatan atau tanpa jabatan, seorang pendekar tetaplah pendekar sampai nafasnya yang terakhir," tandasnya tegas.
Pernyataan itu sekaligus menegaskan, upaya memajukan pencak silat bukanlah proyek sesaat, melainkan bagian dari jalan panjang yang akan terus ia tempuh.
Artikel Terkait
Mantan Anggota Polri Divonis Seumur Hidup Ditemukan Tewas di Sel Isolasi Lapas Palangka Raya
Prabowo Perluas Pembelajaran Bahasa Prancis di Seluruh Jenjang Pendidikan, Bakom Sebut Langkah Strategis Global
Ratusan Pelayat Padati Rumah Duka Ryamizard Ryacudu di Cikeas, Jenazah Akan Dimakamkan di TMPN Kalibata
TNI AD Berduka: Mantan KSAD dan Menhan Ryamizard Ryacudu Tutup Usia