Penjualan Mobil Nasional Anjlok 13,8% pada Maret 2026, Libur Panjang Jadi Penyebab

- Minggu, 12 April 2026 | 15:15 WIB
Penjualan Mobil Nasional Anjlok 13,8% pada Maret 2026, Libur Panjang Jadi Penyebab

Pasar mobil nasional sepertinya sedang menginjak rem. Data terbaru dari Gaikindo menunjukkan penjualan pada Maret 2026 anjlok cukup signifikan dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.

Angka wholesales, alias distribusi dari pabrikan ke dealer, hanya mencapai 61.271 unit. Itu artinya turun 13,8% dari Maret 2025 yang mampu mencatat 71.099 unit. Tidak jauh berbeda, penjualan ritel ke konsumen akhir juga merosot 13,2%, menjadi 66.637 unit dari sebelumnya 76.765 unit.

Lalu, apa penyebabnya?

Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, punya penjelasan. Menurutnya, libur Lebaran yang panjang jadi faktor utama. Banyak hari libur sebelum hari raya itu berdampak langsung pada operasional dealer.

"Banyak masyarakat yang libur Lebaran dan biasanya agak panjang ya," ujar Jongkie kepada Bisnis, Minggu (12/4).

Kalau dibanding bulan sebelumnya, penurunannya bahkan lebih dalam. Penjualan wholesales Maret terjun bebas 24,6% dari Februari, sementara ritelnya melemah 14,8%.

Namun begitu, kalau kita lihat gambaran yang lebih luas, ceritanya agak berbeda. Secara kumulatif sepanjang kuartal pertama tahun ini, penjualan justru masih tumbuh, meski tipis. Total wholesales dari Januari hingga Maret mencapai 209.021 unit, naik 1,7% dari periode sama tahun lalu. Penjualan ritel juga sedikit menguat 0,5%, menjadi 211.905 unit.

Di sisi lain, peta persaingan merek sepanjang kuartal I ini tidak banyak berubah. Toyota masih menjadi raja dengan penjualan wholesales 60.584 unit. Posisi runner-up diisi oleh Daihatsu, yang masih satu grup dengan Astra, dengan capaian 34.881 unit.

Mitsubishi berhasil menduduki posisi ketiga dengan 19.096 unit, disusul Suzuki di angka 16.994 unit. Sementara Honda menempati urutan kelima, mencatatkan penjualan sebanyak 13.530 unit.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar