Ia mengaku sedikit kesulitan di awal karena minimnya referensi tentang lawannya. "Dan ya memang baru pertama ketemu, jarang melihat dia main juga. Kemarin pun melihat beberapa di Youtube tidak banyak ada cuplikannya. Tapi bersyukur tadi bisa pelan-pelan adaptasi dengan baik," tutur atlet berusia 28 tahun itu.
Namun begitu, euforia kemenangan ini coba ia tekan. Jonatan ogah besar kepala. Tantangan selanjutnya justru lebih berat: menghadapi pebulutangkis India yang sedang naik daun, Ayush Shetty, di babak perempatfinal.
Bagi Jonatan, perjalanan turnamen selalu penuh dinamika. "Saya rasa setiap turnamen, setiap kondisi pasti ada yang dirugikan, ada yang diuntungkan. Lawan musuh A bisa menguntungkan, lawan musuh B bisa jadi rugi," paparnya dengan tenang.
Ia menegaskan, tak ada ruang untuk merasa diuntungkan oleh kondisi tertentu. Fokusnya hanya satu. "Hanya bagaimana cara mengatasinya saja, lawannya siapa, dengan keadaan yang seperti ini, harus berbuat apa," pungkas Jonatan menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
Barcelona Tunda Pergerakan untuk Leao, Fokus Selesaikan Transfer Rashford
Lima Wakil Indonesia Bertarung di Perempat Final Badminton Asia Championship 2026
Desak Made Rita Raih Emas WCAC 2026 dan Tiket Otomatis ke Asian Games
Sean Gelael Hadapi Tantangan Baru di GT World Challenge Europe 2026 Bersama Rekan Tim Ferrari