Konflik Timur Tengah Dorong Biaya Haji 2026, Pemerintah Jamin Tak Dikenakan ke Jemaah

- Jumat, 10 April 2026 | 07:30 WIB
Konflik Timur Tengah Dorong Biaya Haji 2026, Pemerintah Jamin Tak Dikenakan ke Jemaah
Update Persiapan Haji 2026

Konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah ternyata berdampak langsung pada persiapan haji tahun 2026. Hal ini diakui sendiri oleh Kementerian Haji dan Umrah. Meski situasinya cukup pelik, pemerintah mengklaim tetap berupaya maksimal agar perjalanan ibadah ini bisa berjalan lancar.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, memberikan penjelasan via telepon pada Jumat (10/4/2026). Menurutnya, persiapan untuk memberangkatkan jemaah sudah matang.

"Sampai dengan detik ini kita sudah matang akan memberangkatkan jamaah mulai tanggal 22 April kloter pertama," ujar Dahnil.

Namun begitu, ada konsekuensi yang tak terhindarkan. Suhu politik yang tinggi di kawasan itu berimbas pada naiknya biaya penerbangan. Di sinilah peran pemerintah dimainkan.

Presiden Prabowo Subianto sudah memberi perintah tegas. Kenaikan biaya itu sama sekali tidak boleh dibebankan ke pundak jemaah. Solusinya harus dicari oleh negara.

"Presiden Prabowo sudah memberikan Perintah agar semua kenaikan biaya terkait dengan penerbangan tidak boleh dibebankan kepada jamaah, negara yg harus mencari solusi untuk meringankan. Maka, sekarang kami sedang mencari skema pembiayaan dari APBN dan Keuangan yg dikelola BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji)," jelas Dahnil.

Persoalan lain yang muncul adalah soal logistik di tanah suci. Konflik yang berkepanjangan berpotensi mengganggu pasokan. Tapi, menurut Dahnil, pemerintah kita sudah melakukan koordinasi intensif dengan Kerajaan Arab Saudi. Hasilnya cukup melegakan.

"Pemerintah kerajaan Saudi Arabia memberikan jaminan bahwa kesediaan logistik pangan, energi dan air selama musim haji 3 bulan ke depan lebih dari cukup, dan mereka memberikan jaminan bahwa pelaksanaan haji akan berjalan sebagaimana mestinya dan akan tetap aman dan nyaman," kata dia.

Di akhir perbincangan, Dahnil menutup dengan nada optimis dan penuh harap. "Insyaallah kita bisa beribadah dengan khusyuk, haji adalah ibadah yang menyerukan perdamaian," imbuhnya.

Jadi, meski awan konflik menggantung, semuanya berusaha dikondisikan agar ibadah haji nanti tetap tenang dan khidmat. Kita tunggu saja kelanjutannya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar