Konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah ternyata berdampak langsung pada persiapan haji tahun 2026. Hal ini diakui sendiri oleh Kementerian Haji dan Umrah. Meski situasinya cukup pelik, pemerintah mengklaim tetap berupaya maksimal agar perjalanan ibadah ini bisa berjalan lancar.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, memberikan penjelasan via telepon pada Jumat (10/4/2026). Menurutnya, persiapan untuk memberangkatkan jemaah sudah matang.
"Sampai dengan detik ini kita sudah matang akan memberangkatkan jamaah mulai tanggal 22 April kloter pertama," ujar Dahnil.
Namun begitu, ada konsekuensi yang tak terhindarkan. Suhu politik yang tinggi di kawasan itu berimbas pada naiknya biaya penerbangan. Di sinilah peran pemerintah dimainkan.
Presiden Prabowo Subianto sudah memberi perintah tegas. Kenaikan biaya itu sama sekali tidak boleh dibebankan ke pundak jemaah. Solusinya harus dicari oleh negara.
Artikel Terkait
Dolar AS Melemah Didorong Kabar Perundingan Damai Israel-Lebanon
Bentrok di Halmahera Tengah Dipicu Hoaks, Bukan Konflik SARA
Serangan Udara di Beirut Bebani Sistem Kesehatan Lebanon yang Sudah Rapuh
Ferdinand Hutahaean: Jokowi Takut Hadapi Sidang Pencemaran Nama Baik