FIGC Krisis, Paolo Maldini Disebut Sebagai Calon Utama Presiden Baru

- Minggu, 05 April 2026 | 11:40 WIB
FIGC Krisis, Paolo Maldini Disebut Sebagai Calon Utama Presiden Baru

Peluang dan Tantangan si Legenda

Tapi, apakah Maldini bakal menerima tawaran ini? Itu pertanyaan besarnya. Sebelumnya, dia kerap menegaskan bahwa komitmennya di sepak bola Italia hanya untuk AC Milan. Ikatan emosionalnya dengan Rossoneri sangatlah kuat.

Di sisi lain, pengalaman manajerialnya cukup mumpuni. Dia pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan AC Milan pada 2018-2019, lalu naik menjadi Direktur Teknik. Sayang, karir eksekutifnya di San Siro berakhir dengan pemecatan pada Juni 2023. Selain itu, Maldini juga punya kepentingan bisnis di seberang Atlantik sebagai salah satu pemilik klub Miami FC di AS. Faktor-faktor ini pasti akan dia pertimbangkan matang-matang.

Namun begitu, sebagai pemain, rekam jejaknya tak perlu diragukan. Maldini membela Timnas Italia dalam 126 pertandingan, sebuah angka yang fenomenal dan sempat menjadi rekor pada masanya. Dia mengerti betul rasanya membawa bendera Italia di panggung tertinggi.

Kini, semua mata tertuju pada keputusannya. FIGC berada di persimpangan jalan yang krusial. Nama Paolo Maldini bukan sekadar calon, tapi lebih pada sebuah simbol harapan. Harapan untuk membawa angin perubahan di tengah situasi yang masih serba tak menentu ini.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar