Krisis di sepak bola Italia benar-benar memuncak. Gagal lagi di kualifikasi Piala Dunia? Itu sudah tiga kali beruntun. Situasinya panas, dan tekanan untuk berbenah kini menghantam Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).
Akibatnya, ada gelombang pengunduran diri yang tak terhindarkan. Presiden FIGC Gabriele Gravina memutuskan mundur. Tak lama, pelatih Timnas Gennaro Gattuso dan kepala delegasi legendaris Gianluigi Buffon pun menyusul pergi. Kekosongan kepemimpinan ini meninggalkan federasi dalam keadaan limbung, mendesak dicarinya sosok baru yang bisa dipercaya.
Nah, di tengah vakum ini, satu nama mulai mencuat dengan kuat: Paolo Maldini. Ya, legenda AC Milan itu. Banyak yang menilai, kredibilitas dan pengalamannya sebagai pemain papan atas bisa jadi modal berharga untuk menarik sepak bola Italia dari lumpur.
Menurut laporan harian La Stampa, Menteri Olahraga Italia Andrea Abodi sendiri yang mengusung nama Maldini sebagai pilihan utama. Pemilihan presiden baru FIGC sendiri rencananya digelar pada 22 Juni mendatang. Calon yang berminat harus mengkonfirmasi diri setidaknya 40 hari sebelum tanggal pemungutan suara.
Fokus utama bagi siapapun yang nantinya memimpin jelas: membenahi sistem dari akar dan meningkatkan kualitas pemain-pemain muda. Itu adalah pekerjaan rumah yang berat.
Artikel Terkait
Pelatih Hector Souto Akui Persiapan Timnas Futsal Indonesia untuk Piala AFF 2026 Sangat Mepet
Hodak Tegaskan Sembilan Laga Sisa Sebagai Final Penentu Gelar Juara
Bos Aprilia Peringatkan Timnya Jangan Lengah Meski Puncaki Klasemen MotoGP
Persija Bertekad Hentikan Tren 5 Laga Tak Terkalahkan Bhayangkara di Lampung