LONDON Thomas Tuchel tampak lebih kecewa daripada marah. Delapan pemain timnas Inggris memilih mundur dari skuad jelang laga uji coba kontra Jepang, Selasa nanti. Tapi sang manajer justru lebih banyak bicara soal realitas sepak bola modern ketimbang menyalahkan anak asuhnya.
Sejak hasil imbang 1-1 melawan Uruguay Jumat lalu, nama-nama seperti Dominic Calvert-Lewin, Bukayo Saka, Declan Rice, dan John Stones ikut menarik diri. Mereka bergabung dengan Aaron Ramsdale, Noni Madueke, Fikayo Tomori, serta Adam Wharton. Jumlahnya cukup signifikan.
Padahal, ini kamp pelatihan terakhir sebelum batas akhir pengumuman skuad Piala Dunia pada 30 Mei mendatang. Situasi yang cukup pelik, tentu saja.
Namun begitu, Tuchel tak menumpahkan amarahnya pada para pemain.
"Saya kecewa, tapi bukan pada mereka," ujarnya, seperti dikutip dari BBC.
"Yang bikin sedih adalah keinginan kami untuk punya semua pemain dalam kondisi fit dan semangat. Itu harapan semua orang. Tapi kenyataannya? Ini akhir musim, akhir Maret. Banyak pemain yang baru saja menjalani pertandingan-pertandingan Eropa, lebih dari satu kompetisi, dengan segala turnamen yang masih berjalan," jelas Tuchel panjang lebar.
Untuk dua laga di Wembley itu, Tuchel sempat memanggil skuad besar berisi 35 pemain. Strateginya, membagi mereka jadi dua kelompok. Satu kelompok diisi para pemain yang lebih sering duduk di bangku cadangan, sementara kelompok lain berisi pemain inti.
Tapi rencana itu akhirnya berantakan juga.
"Kami punya pemain di kamp yang menit bermainnya tahun ini jauh lebih banyak daripada musim lalu. Wajar kalau ada kekhawatiran," aku Tuchel.
Artikel Terkait
PSIS Semarang Hajar Persipal 6-1, Keluar dari Zona Degradasi
Timnas Indonesia Tertinggal dari Bulgaria di Babak Pertama Final FIFA Series
Veda Ega dan Marc Marquez Berbagi Nasib Pahit di COTA
PSM Makassar Berjuang Pertahankan Victor Luiz dari Incaran Tiga Raksasa Liga 1