Menurutnya, para pemain butuh dan layak dapat istirahat secara mental dari sepak bola. "Kita bisa lihat energi yang mereka bawa saat kembali ke kamp nanti, saat mereka menyambung lagi dalam lingkungan yang baru," tambahnya.
Di sisi lain, Tuchel mengakui ada kepentingan lain yang harus diakomodir.
"Kami tentu ingin mereka tampil bagus untuk klub masing-masing. Tapi realitanya, ini kamp terakhir kami sebelum berangkat ke Amerika. Kami ingin punya waktu untuk menyambung kembali prinsip-prinsip tim," paparnya.
Meski kecewa, nada Tuchel tetap tenang. Bahkan ia menyebut ada sisi positif dari situasi ini.
"Saya tidak marah. Sama sekali. Saya justru merasa semua orang sangat ingin datang. Beberapa pemain yang cedera bahkan memilih tetap di sini untuk menjalani perawatan. Itu menunjukkan betapa mereka ingin dekat dengan tim," katanya.
"Tidak ada yang buru-buru pergi begitu saja. Semangatnya bagus. Dan memang seharusnya begitu," tegas Tuchel.
Piala Dunia nanti akan digelar di AS, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni hingga 19 Juli. Sebelumnya, Inggris masih akan menjalani laga persahabatan melawan Selandia Baru dan Kosta Rika pada bulan Juni.
Di panggung utama, mereka akan memulai perjalanan melawan Kroasia pada 17 Juni. Lalu, dua laga berikutnya adalah menghadapi Ghana tanggal 23 Juni, dan Panama pada 27 Juni.
Artikel Terkait
PSIS Semarang Hajar Persipal 6-1, Keluar dari Zona Degradasi
Timnas Indonesia Tertinggal dari Bulgaria di Babak Pertama Final FIFA Series
Veda Ega dan Marc Marquez Berbagi Nasib Pahit di COTA
PSM Makassar Berjuang Pertahankan Victor Luiz dari Incaran Tiga Raksasa Liga 1