Euforia Brasil Belum Reda, Veda Ega Pratama Sudah Tatap Texas
Jakarta Euforia masih terasa. Podium bersejarah di Brasil, yang mencatatkan namanya sebagai pembalap Indonesia pertama yang naik podium Moto3, tentu saja bikin semangat meluap-luap. Tapi, Veda Ega Pratama tak punya waktu lama untuk berleha-leha. Rider muda Honda Team Asia itu sudah menatap jauh ke depan, tepatnya ke Circuit of the Americas (COTA) di Texas. Seri Amerika Serikat, yang digelar 27–29 Maret 2026, jadi target selanjutnya.
Datang sebagai rookie, Veda jelas tak cuma mau numpang nama. Ambisinya terang benderang: bertarung lagi di barisan depan. Modal dia cukup kuat, sih. Dua seri awal musim ini dia jalani dengan konsisten. Hasilnya? Posisi kelima di Buriram, Thailand, lalu disempurnakan dengan podium ketiga di Brasil. Performa itu langsung ngegiring namanya jadi salah satu kandidat kuat perebutan gelar Rookie of the Year.
Lompatan Besar, dari Thailand ke Brasil
Perjalanan Veda sejauh ini emang luar biasa. Di seri pembuka di Buriram, finish di posisi lima aja udah bikin kagum. Tapi dia nggak berhenti di situ. Di Brasil, dia berhasil naik ke podium ketiga. Bukan cuma impresif, tapi ini momen bersejarah buat balap motor Indonesia di kancah dunia.
Momentum itu jelas jadi titik balik. Dari sini, Veda kayaknya makin yakin dengan kemampuannya sendiri.
“Sekarang saya tahu saya bisa bertarung di depan. Ya, saya mau lebih lagi,” tegas juara Asia Talent Cup 2023 itu.
Medan Baru Bernama COTA
Percaya diri iya, tapi Veda nggak lantas gegabah. Dia sadar betul tantangan di COTA bakal berat. Sirkuit di Texas ini terkenal teknis. Kombinasi tikungan tajam dan lintasan lurus yang panjang bakal jadi ujian baru buatnya.
Soalnya, dia belum pernah balapan resmi di sana. Makanya, sesi latihan bebas di hari pertama bakal jadi kunci. Adaptasi cepat, cari racing line yang pas, dan tentuin titik rem yang akurat itu yang harus dia kuasai secepat mungkin.
“Sirkuit ini baru buat saya. Tapi saya akan belajar dan berusaha maksimal,” ucapnya.
Tim Solid dan Mental Tangguh
Podium di Brasil itu nggak datang tiba-tiba. Menurut Veda, itu hasil kerja kolektif tim yang solid. Honda Team Asia berhasil menyiapkan motor Honda NSF250RW-nya jadi sangat kompetitif. Kerja sama mekanik, kru teknis, dan manajemen tim berjalan mulus.
Di sisi lain, pengalaman jadi runner-up Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025 juga bantu banget. Itu yang membentuk mentalnya, terutama saat harus berduel ketat di lap-lap penentu.
Ujian Sebenarnya: Konsistensi
Sekarang, dengan 27 poin dan posisi teratas di klasemen rookie, tekanan buat Veda makin besar. Ekspektasi publik naik. Kalau di Texas dia bisa finis lima besar lagi atau malah naik podium jaraknya dengan rival seperti Brian Uriarte bakal makin lebar.
Intinya, balapan akhir pekan ini lebih dari sekadar seri lanjutan. Ini ujian konsistensi buat sang “Singa Muda”. Bisakah Veda bikin kejutan lagi di lintasan yang sama sekali baru? Semua mata, terutama pecinta balap di Tanah Air, akan tertuju padanya.
Artikel Terkait
Rumor Transfer Mengguncang PSM: Tiga Bek Inti Jadi Buruan Persebaya, Persija, dan Persib
Veda Ega Unggul Statistik atas Hakim Danish di Catalunya, Berpeluang Rebut Podium Moto3
Ibunda Pelatih Bojan Hodak Wafat di Kroasia, Tetap Pimpin Persib di Dua Laga Akhir Musim
FIFA Umumkan Shakira, Madonna, dan BTS Jadi Bintang Pertunjukan Paruh Waktu Final Piala Dunia 2026