Ia menyadari, trek dengan 20 tikungan itu terkenal sangat teknis. Butuh presisi tinggi dan fokus yang tak boleh kendur sedetik pun. Setiap tikungan tajam bisa menjadi jebakan bagi yang belum terbiasa.
Menurutnya, kunci segalanya ada di adaptasi. Ia harus cepat menemukan feeling dan ritme yang pas sejak sesi latihan bebas pertama. Targetnya jelas: langsung masuk Q2 dan start dari barisan depan.
"Saya harus cepat beradaptasi. Saya akan mencoba meningkatkan kecepatan sejak awal sesi latihan agar bisa bersaing lebih cepat menjelang kualifikasi," jelasnya.
Dengan tekad bulat dan strategi baru, Danish berharap bisa memutar balik keadaan. Ia ingin kembali bersaing di papan atas, mengejar ketinggalan, dan tentu saja, menantang Veda serta rival-rival lainnya.
Ujian sesungguhnya akan berlangsung pada 27–29 Maret mendatang. Di lintasan yang asing dan penuh karakter, Hakim Danish harus membuktikan bahwa dirinya bisa bangkit dari tekanan. Perlombaan di Amerika akan menjadi penanda, apakah ia bisa bangkit atau justru semakin tertinggal.
Artikel Terkait
Harry Kane Unggul Jauh dalam Perebutan European Golden Boot 2025/2026
PSM Makassar Terima Sanksi Larangan Transfer FIFA untuk Kelima Kalinya
Timnas Indonesia Andalkan Bek Eropa sebagai Fondasi Utama Jelang FIFA Series
John Herdman Hadapi Ujian Perdana di FIFA Series, Lawan Saint Kitts dan Nevis