Kapolda Sumsel Apresiasi Pengamanan Lebaran, Waspadai Ancaman Karhutla di Musim Kemarau

- Rabu, 25 Maret 2026 | 13:35 WIB
Kapolda Sumsel Apresiasi Pengamanan Lebaran, Waspadai Ancaman Karhutla di Musim Kemarau

Rabu pagi (25/3/2026) di halaman Mapolda Sumsel, suasana terasa hangat usai Idul Fitri. Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Sandi Nugroho, baru saja memimpin apel sekaligus halal bihalal bersama seluruh jajaran. Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan apresiasi mendalam untuk kerja keras personel selama Ramadhan dan Lebaran. Rasa aman yang tercipta, kata Sandi, adalah buah dari kolaborasi solid antara polisi, TNI, pemda, dan warga.

Namun, sorak sorai pengamanan hari raya belum usai benar. Sandi mengingatkan, Operasi Ketupat baru akan berakhir tepat tengah malam nanti. “Personel harus tetap memantau arus lalu lintas sampai pukul 24.00 WIB,” tegasnya.

“Keberhasilan pengamanan ini adalah wujud nyata pelayanan kita. Namun, tugas melindungi masyarakat tidak berhenti di sini.”

Usai urusan arus mudik, perhatian langsung beralih ke ancaman yang jauh lebih pelik: kebakaran hutan dan lahan. Menurut sejumlah data prediksi BMKG yang dia pegang, musim kemarau tahun ini diprediksi datang lebih awal. Bisa maju satu hingga tiga dasarian di beberapa wilayah Sumsel. Yang perlu diwaspadai, kemarau 2026 ini juga diprediksi lebih kering ketimbang tahun lalu.

Puncaknya diperkirakan terjadi antara Mei hingga Agustus mendatang. Kondisi itu jelas rawan. Titik panas bisa dengan mudah menjalar jadi kobaran api, terutama di daerah-daerah yang sudah langganan karhutla.

“Ini bukan urusan satu instansi saja,” ujar Sandi menegaskan. Dia lantas memerintahkan jajarannya untuk segera merapatkan barisan. Sinergi dengan berbagai pihak harus diperkuat. Tak kalah penting, edukasi ke masyarakat harus digencarkan. Praktik pembakaran lahan saat kemarau harus dicegah, demi menghindari dampak buruknya bagi kesehatan dan ekonomi warga.

Di sisi lain, Sandi juga menyentil soal anggaran. Evaluasi penyerapan anggaran 2026 di setiap Satker harus serius. Setiap program kerja, pesannya, jangan cuma jadi tumpukan laporan. “Harus nyata manfaatnya, benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat,” imbuhnya.

Acara pagi itu ditutup dengan tradisi bersalaman. Ritual halal bihalal itu seperti pengingat untuk menyatukan langkah sebelum kembali turun ke lapangan. Dengan semangat baru, Polda Sumsel bersiap menghadapi tantangan di musim kemarau, berharap bisa lebih tanggap dan humanis dalam melayani.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar