“Kami menyerang ruang dengan baik untuk dua gol pertama. Ini pengalaman lain untuk perkembangan mereka," tuturnya.
Perkembangan itu sendiri memang luar biasa. Dalam beberapa tahun terakhir, perjalanan Como layak dapat acungan jempol. Fabregas tak bisa menyembunyikan kebanggaannya melihat anak-anak muda di skuadnya tumbuh. “Sulit untuk tidak jatuh cinta dengan para pemain muda ini. Kami mencapai apa yang kami targetkan dua tahun lalu,” ucapnya penuh keyakinan.
Sayangnya, euforia kemenangan sedikit ternoda oleh cedera yang dialami salah satu pemainnya. Fabregas menjelaskan, pemain tersebut mendapat dua benturan keras yang memaksanya keluar lapangan. “Dia pemain eksplosif dan itu sangat memengaruhinya. Ini disayangkan,” keluhnya. “Tapi inilah sepak bola. Kami harus melihat ke depan.”
Nah, dengan kemenangan emosional ini, Como masuk jeda internasional dengan kepercayaan diri melambung. Mereka bukan cuma mengokohkan posisi di papan atas, tapi juga membawa pulang sebuah kemenangan yang rasanya lebih dari sekadar tiga poin. Sebuah kemenangan yang ditujukan untuk mengenang seseorang yang berarti.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Podium Perdana Indonesia di Moto3 Brasil
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Naik Podium MotoGP
Mario Suryo Aji Akhirnya Kantongi Poin Pertama di Moto2 2026
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Raih Podium Perdana Moto3 di Brasil