Tapi start dari baris kedua itu paradoks. Kamu dekat dengan pertarungan depan, tapi juga rentan terjebak kerumunan tengah. Tiga pembalap KTM Joel Esteban, Valentin Perrone, Hakim Danish akan berusaha menguasai ritme dari depan. Sementara dari belakang, serbuan akan datang tanpa ampun.
Veda bukan datang tanpa modal. Finis kelima di Thailand memberinya poin dan kepercayaan diri. Ia sudah tunjukkan bisa bertarung di level ini.
Tapi Brasil adalah cerita lain. Lintasan yang bermasalah tadi, jadwal yang molor, ditambah gaya balap Moto3 yang agresif, membuat prediksi jadi sia-sia. Di sini, kamu butuh lebih dari kecepatan. Butuh insting untuk memilih momen yang tepat kapan harus menyerang dan kapan harus bertahan.
Dan Veda berdiri di sana, sebagai satu-satunya pembalap Honda Team Asia di barisan depan. Sebuah simbol perlawanan di tengah dominasi KTM.
Balapannya sendiri digelar pukul 22.00 WIB. Seperti biasa, Moto3 tak akan memberi waktu untuk pemanasan. Lampu hijau menyala, dan pertarungan langsung berkecamuk.
Jadi inilah dua sisi malam itu. Marquez memberi tutorial tentang kesabaran dan momentum. Sekarang, giliran Veda. Ia punya peluang di depan mata. Tinggal bagaimana mengubahnya menjadi hasil nyata.
Untuk yang ingin menyaksikan, Moto3 tayang live pukul 22.00 WIB, disusul MotoGP pada 01.00 WIB. Bisa ditonton di Trans 7.
Di Goiânia, satu cerita juara sudah tertutup. Cerita berikutnya, tentang sang penantang, baru saja dimulai.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Raih Podium Perdana Moto3 di Brasil
Veda Ega Pratama Raih Podium Perdana Moto3 di Brasil, Naik ke Peringkat Tiga Klasemen
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Raih Podium Ketiga Moto3 Brasil 2026
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Podium Perdana Indonesia di Moto3 Brasil 2026