Jalan Sudirman pagi ini sunyi. Sangat berbeda dari hiruk-pikuk hariannya. Di tengah libur panjang Isra Mikraj, jantung ibu kota itu justru mengambil napas panjang, menampakkan wajahnya yang lain: lengang dan tenang.
Pantauan di lokasi sekitar pukul delapan lewat seperempat menunjukkan pemandangan yang tak biasa. Arus lalu lintas lancar sekali, volume kendaraan jauh berkurang dibanding hari-hari kerja. Trotoar yang biasanya jadi arena gesek bahu, kini terasa lapang.
Dan lengangnya jalan raya itu dimanfaatkan dengan baik oleh warga. Banyak yang memilih mengisi pagi dengan bersepeda atau lari. Suasana santai, tanpa terburu-buru menghindari kerumunan.
Windy, salah satu pelari yang ditemui, mengaku rutin berolahraga di kawasan itu. Tapi suasana libur panjang ini, menurutnya, memberi rasa yang berbeda.
Perempuan 29 tahun itu punya rute favorit. Dari GBK sampai Bundaran HI. Tapi dia sering berhenti di Dukuh Atas.
Artikel Terkait
Pascabencana Sumatera, Satgas Fokus pada Membangun Lebih Tangguh
Prabowo Baca Sinyal Global, Diplomasi Indonesia Bergerak di Tengah Badai
Putra Mahkota Pengasingan Janjikan Pengakuan Israel dan Hentikan Nuklir Jika Berkuasa
Gadog Macet Total, 3.300 Kendaraan Serbu Puncak di Pagi Buta Isra Mikraj