Sudirman Sepi, Warga Jakarta Rebut Trotoar untuk Lari dan Sepeda

- Jumat, 16 Januari 2026 | 10:06 WIB
Sudirman Sepi, Warga Jakarta Rebut Trotoar untuk Lari dan Sepeda

Jalan Sudirman pagi ini sunyi. Sangat berbeda dari hiruk-pikuk hariannya. Di tengah libur panjang Isra Mikraj, jantung ibu kota itu justru mengambil napas panjang, menampakkan wajahnya yang lain: lengang dan tenang.

Pantauan di lokasi sekitar pukul delapan lewat seperempat menunjukkan pemandangan yang tak biasa. Arus lalu lintas lancar sekali, volume kendaraan jauh berkurang dibanding hari-hari kerja. Trotoar yang biasanya jadi arena gesek bahu, kini terasa lapang.

Dan lengangnya jalan raya itu dimanfaatkan dengan baik oleh warga. Banyak yang memilih mengisi pagi dengan bersepeda atau lari. Suasana santai, tanpa terburu-buru menghindari kerumunan.

Windy, salah satu pelari yang ditemui, mengaku rutin berolahraga di kawasan itu. Tapi suasana libur panjang ini, menurutnya, memberi rasa yang berbeda.

“Biasanya saya rutin sekitar tiga kali seminggu. Tapi karena ini lagi libur long weekend, jadi intensitasnya lebih sering. Lari di Sudirman pagi ini terasa tenang banget karena liburan. Saya merasa senang karena suasananya santai dan jalanan sepi, beda jauh dengan hari kerja yang biasanya sangat crowded,” ujar Windy.

Perempuan 29 tahun itu punya rute favorit. Dari GBK sampai Bundaran HI. Tapi dia sering berhenti di Dukuh Atas.

“Areanya menarik, banyak persimpangan. So far fasilitas di sini sudah oke banget, ya. Sudah sangat pedestrian-friendly. Harapan saya sih, masyarakat makin sering memanfaatkannya untuk olahraga bareng. Soalnya fasilitasnya sendiri kan sudah sangat mendukung,” ucapnya.

Perasaan serupa diungkapkan Kartika. Perempuan 35 tahun ini juga memilih trotoar Sudirman untuk lari pagi. Menurutnya, kondisi hari ini jauh lebih nyaman.

“Sepi banget yaa, lengang juga, jadi enak buat olahraga,” katanya.

Kartika biasanya olahraga di akhir pekan, tanpa tempat khusus. Tapi libur nasional ini memberinya pengalaman baru.

“Kalau hari Minggu kan ada CFD, ramai sekali. Nah, kalau hari ini suasananya enak banget, lebih sepi. Tadinya mau lari di dalam GBK, tapi pas lihat ke sini ternyata sepi. Karena udah banyak juga yang lari di trotoar, jadinya kayak punya banyak teman gitu,” tutur Kartika.

Dia menilai trotoar Sudirman sudah ramah untuk pelari. Teduh karena banyak pohon, dan nyaman untuk ditempuh.

Jadi, lengangnya Sudirman di long weekend ini bukan sekadar tanda kota yang istirahat. Lebih dari itu, ini menunjukkan pergeseran. Warga ibukota ternyata memanfaatkan ruang publik yang sedang rehat untuk aktif bergerak, menjalani gaya hidup sehat di tengah kesempatan yang jarang datang.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar