Ia mengungkapkan tantangan tak terduga yang dihadapi timnya tepat sebelum laga. "Situasi kami sangat sulit. Pagi ini, Conor Gallagher bilang dia tidak bisa bermain. Kami terpaksa mengubah komposisi pemain dan posisi di menit-menit terakhir. Momen yang benar-benar aneh," jelas Tudor.
Kondisi itu, menurutnya, justru membuat prestasi timnya lebih berarti. "Lebih menantang untuk menunjukkan karakter kami. Tapi para pemain luar biasa."
Dia juga mengaku harus melakukan penyesuaian taktik secara mendadak. "Dalam serangan, kami coba sesuatu yang berbeda. Sulit untuk membangun struktur serangan yang rumit, jadi kami sederhanakan saja. Gaya sepak bola kami seperti ini, dan saya rasa ini awal yang baik," paparnya.
Yang paling ia banggakan adalah semangat juang anak asuhnya. "Spirit timnya luar biasa. Itu tuntutan utama. Kualitas memang ada, tapi setiap poin sangat berharga. Kami jalani laga demi laga. Semoga hari ini jadi titik balik," tegas Tudor penuh harap.
Soal desas-desus mengenai posisinya yang diisukan tak aman, Tudor tak tampak khawatir. "Di klub mana pun di dunia, situasinya sama ketika hasil tak kunjung baik. Ganti pelatih mungkin bawa 'harapan' baru, tapi masalahnya tetap ada di sana. Tugas pelatih ya menyelesaikan masalah itu," tandasnya lugas.
Artikel Terkait
PSM Serahkan Tampuk Kepelatihan pada Dua Putra Daerah di Tengah Tekanan Klasemen
Roy Keane: MU Perlu Pelatih Kelas Dunia, Bukan Hanya Carrick
Lazio Kalahkan AC Milan, Como Hajar AS Roma dalam Drama Klasemen Serie A
Raphinha Cetak Hattrick, Barcelona Gasak Sevilla 5-2 dan Kokohkan Puncak Klasemen