Tapi posisinya nggak aman-amai banget. Ia masih harus bersaing ketat dengan kiper sekelas Maarten Paes. Persaingan seperti ini sih justru bagus, bisa mendongkrak kualitas tim secara keseluruhan.
Dalam FIFA Series nanti, Indonesia dijadwalkan hadapi Saint Kitts and Nevis pada 27 Maret. Tapi, di balik pemanggilannya, sorotan ke Idzes ternyata nggak cuma soal Timnas.
Bek berusia 25 tahun itu dikabarkan lagi jadi incaran klub-klub besar. Menurut FootballTransfers, performa konsisten Idzes di Serie A bikin AC Milan dan Juventus melirik. Bahkan Inter Milan disebut-sebut ikut memantau.
Sassuolo, klubnya sekarang, konnya memasang harga selangit: sekitar 40 juta euro, atau nyaris Rp700 miliar! Angka yang fantastis, tapi melihat statistiknya musim ini, wajar-wajar saja. Sejak Agustus 2025, Idzes sudah tampil di 26 pertandingan tanpa absen sedetik pun. Konsistensi level itu langka.
Nilai pasarnya pun melonjak. Estimasi terbaru menyebutkan harganya mencapai 11,7 juta euro (sekitar Rp203 miliar), menjadikannya pemain Indonesia dengan nilai pasar tertinggi saat ini. Kariernya memang terus menanjak sejak hengkang dari Go Ahead Eagles tahun 2023.
Kontraknya masih panjang, hingga 2029, jadi posisi tawar Sassuolo kuat. Namun begitu, kalau transfer senilai 40 juta euro benar-benar terjadi, Idzes bakal cetak sejarah sebagai pemain Indonesia dengan transfer termahal sepanjang masa.
Fenomena ini jelas jadi sinyal bagus. Ketertarikan klub-klub elite Italia itu menunjukkan satu hal: kualitas pemain Indonesia mulai diakui di panggung sepak bola Eropa yang sesungguhnya.
Artikel Terkait
Verstappen Gagal Total di Sprint Race Shanghai, Red Bull Terpuruk
Persib Pererat Hubungan dengan Sponsor Lewat Buka Puasa Bersama
Putri Kusuma Wardani Amankan Tiket Final Swiss Open Usai Kalahkan Nozomi Okuhara
Persis Solo Hajar Bali United 3-0, Keluar dari Zona Degradasi