Ia mencoba bersikap realistis. “Jelas, kalah 3-0 lebih baik daripada 4-0. Ini hasil yang sulit, kita tidak bisa menyangkalnya. Kualitas yang mereka punya, terutama Valverde malam ini, luar biasa,” ujarnya sambil menghela napas.
Namun begitu, Guardiola merasa penampilan timnya tak seburuk angka di papan skor. Ada rasa percaya diri yang tersisa. “Saya rasa kami bermain lebih baik dari yang ditunjukkan skor akhir. Tapi ya, hasilnya sudah di sana,” katanya.
Kini, fokusnya beralih. City punya waktu sekitar enam hari untuk memulihkan diri, baik mental maupun fisik, sebelum menjamu West Ham di liga domestik. Setelah itu, baru persiapan final di kandang sendiri melawan Madrid.
Guardiola meyakini, bermain di Etihad akan memberi energi berbeda. Suporter sendiri, lapangan sendiri. Itulah modal terakhir mereka untuk mencoba keajaiban. Rivalitas dua raksasa Eropa ini jelas belum berakhir.
Artikel Terkait
Persis Solo Hajar Bali United 3-0, Keluar dari Zona Degradasi
Sávio Roberto Akhiri Paceklik, Selamatkan PSM dari Kekalahan di Ternate
Manchester United Siapkan Lima Nama Calon Pengganti Michael Carrick
Persela Lamongan Manfaatkan Jeda Kompetisi untuk Perbaikan Fisik dan Taktik