Persebaya Tersendat di Ramadan: Finishing Lemah dan Pertahanan Rapuh Jadi Masalah Utama

- Kamis, 12 Maret 2026 | 16:00 WIB
Persebaya Tersendat di Ramadan: Finishing Lemah dan Pertahanan Rapuh Jadi Masalah Utama

Detail kecil? Mungkin. Tapi bagi Persebaya musim ini, detail itu berkali-kali berbuah petaka. Rapuhnya pertahanan makin terlihat di empat laga Ramadan: kebobolan 10 gol. Yang 5 di antaranya datang dalam sekali pertandingan.

Secara total, mereka sudah kemasukan 30 gol. Angka yang terbilang tinggi untuk tim yang bercita-cita tinggi. Wajar jika kemudian isu perekrutan bek baru mulai mencuat.

Belum lagi soal disiplin. Ini persoalan lain yang mengganggu. Kartu kuning sudah menumpuk, 47 kali. Tapi yang lebih meresahkan adalah kartu merah: sudah tujuh kali pemain mereka diusir wasit. Jumlah itu menempatkan Persebaya di papan atas tim paling kasar.

Akibatnya, komposisi tim kerap tak stabil karena pemain inti absen akibat hukuman. Bagi tim yang ingin konsisten, ini masalah serius.

Dengan jeda kompetisi yang masih panjang, Tavares punya waktu untuk membenahi segalanya. Tapi spekulasi tentang perubahan skuad sudah berhembus kencang, terutama di lini belakang.

Menariknya, nama-nama yang dikaitkan punya hubungan erat dengan masa lalu Tavares. Sebut saja Yuran Fernandes, bek tengah tangguh yang jadi pilar PSM saat juara. Atau Victor Luiz, bek kiri berpengalaman yang juga pernah dia latih.

Kalau benar mereka yang didatangkan, itu seperti sinyal jelas. Tavares ingin membawa ‘DNA juara’ dari tim lamanya ke Surabaya. Dia butuh pemain yang sudah pahaham filosofinya, yang bisa jadi fondasi.

Perubahan di garis belakang memang terasa mendesak. Musim ini masih panjang, tapi persiapan untuk masa depan tak bisa ditunda. Sepak bola modern menuntut itu: memperbaiki kesalahan hari ini, sambil membangun pondasi untuk esok.

Bagi Persebaya, pekerjaan rumah menumpuk. Soal finishing, kerapuhan di bola mati, hingga disiplin. Tapi yang paling penting adalah menemukan kembali identitasnya. Jiwa juara yang sempat hilang di tengah bulan yang penuh berkah.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar