SURABAYA Ramadan, bagi banyak orang, adalah bulan penuh berkah. Tapi bagi Persebaya, bulan suci kali ini justru membawa angin tak sedap. Momentum yang diharapkan jadi pemicu kebangkitan, malah berubah jadi rentetan hasil yang mengecewakan.
Bayangkan saja, empat laga dijalani. Cuma satu kemenangan yang bisa dipetik, ditambah satu imbang, dan dua kekalahan. Puncak frustrasi itu datang tepat sebelum jeda, ketika Borneo FC menghajar mereka 5-1. Hasil telak yang bikin sakit hati.
Akibatnya, posisi Persebaya merosot ke papan tengah. Mereka kini cuma bertengger di peringkat ketujuh, bahkan kalah dari Bhayangkara Presisi FC klub yang dilatih Paul Munster, mantan pelatih mereka sendiri. Situasi yang jelas bikin geram suporter.
Kalau begini terus, mimpi masuk empat besar bisa semakin jauh. Rival-rival di atas mereka justru tampak makin solid. Evaluasi? Itu sudah jadi keharusan yang tak bisa ditunda lagi.
Di sisi lain, masalahnya sebenarnya cukup jelas. Bukan soal tidak bisa menciptakan peluang, tapi soal menyelesaikannya. Beberapa laga terakhir, peluang itu ada. Tapi begitu sampai di depan gawang, hasilnya nihil.
Ambil contoh kekalahan dari Borneo. Empat tembakan tepat sasaran, cuma satu yang jadi gol. Rasio konversi yang sangat rendah.
“Kami punya peluang, tapi cuma cetak satu gol. Sekarang kami harus melihat ulang pertandingan ini, mencari tahu apa yang salah,” ujar pelatih Bernardo Tavares.
Statistik musim ini menunjukkan, tembakan ke gawang lawan sudah sekitar 100 kali. Angka itu kalah dari Persib atau Malut, tapi seharusnya cukup untuk tim sekelas Persebaya. Nyatanya, gol yang tercipta baru 37. Jaraknya cukup jauh.
Namun begitu, masalah tak cuma di depan. Pertahanan juga kerap jebol, terutama dari bola-bola mati. Ini sudah jadi titik lemah yang berulang. Dalam lima laga terakhir saja, dua gol lawan yang berujung kekalahan, lahir dari situasi set piece.
“Kami akan lebih mengantisipasi serangan bola mati. Mungkin dengan menempatkan lebih banyak pemain di area pertahanan,” janji Tavares di kesempatan lain.
Artikel Terkait
Barcelona Incar Haaland Meski Kontrak di City Masih Panjang
Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Buka Peluang bagi Indonesia
Sydney Sweeney Pamer Skill Sepak Bola di Stadion Sporting CP Usai Pertandingan
Herdman Panggil Elkan Baggott, Persaingan Bek Tengah Timnas Memanas