BANDAR LAMPUNG – Drama di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Selasa malam lalu. Bhayangkara FC berhasil membalikkan keadaan untuk mengalahkan Arema FC dengan skor 2-1. Kemenangan ini jadi bagian dari lanjutan Liga Super 2025-2026, dan tak lepas dari keputusan Paul Munster yang mengubah taktik di babak kedua.
Laga berjalan ketat sejak awal. Kedua tim saling serang, menekan, mencari celah. Namun, Arema-lah yang lebih dulu membuka keunggulan. Di penghujung babak pertama, tepatnya menit 45 1, Joel Vinicius berhasil menggoyang jala Bhayangkara. Gol itu bertahan hingga turun minum, membuat suporter tuan rumah terdiam.
Namun begitu, suasana berubah total setelah istirahat. Bhayangkara tampil dengan energi berbeda. Mereka bangkit. Privat Mbarga menjadi pahlawan penyama kedudukan pada menit ke-76, menyulut harapan. Tekanan berlanjut, dan di menit-menit penutup, tepatnya menit 88, Moussa Sidibe dengan tenang mengeksekusi penalti. 2-1 untuk Bhayangkara, skor yang tak tergoyahkan hingga peluit panjang berbunyi.
Pertandingan ini juga panas. Arema harus bermain dengan sepuluh pemain dua kali. Pablo Oliveira diusir wasit di masa injury time babak pertama, lalu Dalberto menyusul dapat kartu merah di menit ke-70. Situasi itu jelas memberatkan mereka.
Artikel Terkait
Dewa United Hadapi Tekanan Maksimal di Indomilk Arena untuk Balikkan Agregat Lawan Manila Digger
Konglomerasi dan Taipan: Wajah Baru Kepemilikan Klub Sepak Bola Indonesia
Miliano Jonathans Alami Cedera ACL Kedua, Absen dari FIFA Series 2026
Masa Depan Tomas Trucha di PSM Makassar Dipertanyakan Usai Absen di Latihan