Meski tak bermain hingga akhir, Sandy tetap mencatatkan dua rekor personal yang cukup mentereng. Pertama, dia kini menjadi satu-satunya pemain Indonesia yang dua kali berturut-turut melangkah ke perempat final ACL Elite. Musim lalu, dia mencapainya bersama Yokohama F. Marinos.
Kedua, dia mengukir rekor sebagai pemain Indonesia dengan penampilan terbanyak di kompetisi elit Asia ini, yakni sudah sepuluh kali tampil. Sebuah pencapaian yang patut diacungi jempol.
Di sisi lain, konsistensi Buriram United di kancah Asia memang patut diakui. Klub ini seperti sudah jadi langganan di ajang Champions League Elite selama sepuluh tahun terakhir. Mereka bukan sekadar peserta, tapi kerap menjadi batu sandungan bagi tim-tim besar.
Prestasi mereka di fase gugur juga cukup solid. Beberapa kali lolos dan bersaing ketat. Pencapaian terbaiknya? Tiga kali melaju ke perempat final, yaitu pada 2013, 2024/2025, dan yang terbaru ini di 2025/2026.
Kini, ambisi mereka jelas lebih tinggi. Menembus semifinal untuk pertama kalinya dalam sejarah klub menjadi target berikutnya. Tentu saja, jalan ke sana akan semakin berliku dan penuh rintangan. Tapi, momen seperti kemenangan dramatis atas Melbourne City ini pasti menambah keyakinan mereka.
Artikel Terkait
Gol Penalti Akhir Laga Selamatkan Barcelona dari Kekalahan di Newcastle
Malam Buruk Klub Inggris di Liga Champions: Liverpool dan Tottenham Kalah
Atalanta Dibantai Bayern 1-6, Palladino: Kami Bangga dengan Perjalanan Ini
Kyle Walker Resmi Pensiun dari Timnas Inggris Setelah 96 Caps