Kyle Walker Resmi Pensiun dari Timnas Inggris Setelah 96 Caps

- Selasa, 10 Maret 2026 | 23:50 WIB
Kyle Walker Resmi Pensiun dari Timnas Inggris Setelah 96 Caps

LONDON – Kabar mengejutkan datang dari kancah sepak bola Inggris. Kyle Walker, bek kanan andalan Manchester City, memutuskan untuk mengakhiri karier internasionalnya. Ia resmi pensiun dari Timnas Inggris setelah mengoleksi 96 caps bersama Three Lions. Keputusan ini diambilnya hanya beberapa bulan sebelum Piala Dunia 2026 digulirkan, tentu saja mengejutkan banyak pihak.

Perjalanan panjangnya dimulai sejak 2011 silam. Saat itu, pemain berusia 21 tahun itu menjalani debut pertamanya. Sejak momen itu, posisinya di lini belakang Inggris seolah tak tergoyahkan selama lebih dari sepuluh tahun. Konsistensinya memang luar biasa.

Walker telah melalui banyak gelaran besar. Dua kali Piala Dunia dan tiga kali Kejuaraan Eropa telah ia lewati. Perannya pun sangat krusial, terutama saat Inggris melangkah ke final Euro 2020. Di bawah asuhan Gareth Southgate, ia selalu menjadi pilihan utama untuk pertandingan-pertandingan penting. Kecepatan dan pengalamannya sering jadi andalan.

Namun begitu, roda terus berputar. Performanya di Manchester City belakangan ini terlihat tak secemerlang dulu. Penurunan itu, mau tak mau, membatasi peluangnya untuk kembali dipanggil ke skuad nasional. Momentumnya seolah sudah berakhir.

Penampilan terakhirnya terjadi pada Juni lalu, dalam sebuah laga persahabatan melawan Senegal. Inggris kalah 1-3, dan itu menjadi penutup yang kurang manis untuk catatan 96 penampilannya. Sebuah akhir yang mungkin tak ia bayangkan sebelumnya.

Kyle Walker Kenang Perjalanan Panjangnya

Di balik keputusannya, Walker menyimpan kebanggaan yang mendalam. Ia mengungkapkan perasaannya dengan jujur.

“Mewakili negara sekali saja sudah luar biasa, apalagi sampai 96 kali. Saya benar-benar bangga,” ujar Walker.

Ia lalu mengenang semua momen berharga yang ia alami. Turnamen-turnamen besar, kebersamaan dengan rekan setim, dan dukungan luar biasa dari para suporter.

“Bisa bermain di turnamen-turnamen itu, merasakan semua pengalaman bersama kawan-kawan, dan melihat jutaan orang menikmati perjalanan yang sama… itu kehormatan yang tak ternilai,” kenangnya.

Puncaknya tentu saat mencapai final Euro 2020. Menurutnya, itu adalah pencapaian yang membanggakan.

“Menjadi bagian dari tim yang mencapai final besar pertama sejak 1966? Itu sesuatu yang sangat spesial,” ucap Walker.

Tapi tentu, perjalanan itu tak selalu mulus. Ada kenangan pahit yang tersimpan. Kekalahan memalukan dari Islandia di Euro 2016 masih jelas terngiang.

“Kalau melihat ke belakang, ada masa naik dan turun. Dan Islandia… itu jelas salah satu titik terendah,” akunya.

Meski begitu, ia optimis dengan masa depan timnas. Di bawah Southgate, ia merasa Inggris sedang menuju ke arah yang benar.

“Saat perjalanan ini dimulai bersama Gareth, tujuan kami adalah membuat Inggris diakui sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Saya rasa kami sedang menuju ke sana. Dan saya masih pakai kata ‘kami’ karena saya pernah jadi bagian dari proses itu,” tuturnya penuh keyakinan.

Secara statistik, ia menyumbang satu gol dan sepuluh assist. Gol tunggalnya lahir saat Inggris imbang 1-1 melawan Ukraina di kualifikasi Euro September 2023. Ia juga memegang rekor unik: pemain pria Inggris dengan penampilan terbanyak di Stadion Wembley baru, tepatnya 40 pertandingan.

Lalu, siapa yang akan mengisi kekosongan posisinya? Beberapa nama sudah mengantre. Trent Alexander-Arnold dan Reece James adalah kandidat utama. Tak ketinggalan, bakat muda seperti Tino Livramento dan Djed Spence juga menunggu peluang. Tantangan baru pun dimulai untuk Three Lions.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar