Persebaya Dibantai Borneo FC 1-5, Catat Rekor Kebobolan Terburuk Sejak Kembali ke Liga 1

- Senin, 09 Maret 2026 | 14:00 WIB
Persebaya Dibantai Borneo FC 1-5, Catat Rekor Kebobolan Terburuk Sejak Kembali ke Liga 1

Stadion Segiri, Samarinda, malam itu benar-benar bukan milik Persebaya. Derita lima gol tanpa ampun harus ditelan Green Force dari tuan rumah Borneo FC. Skor akhir 1-5 itu bukan cuma kekalahan biasa. Ini catatan buruk pertama sejak mereka kembali ke Liga 1 tahun 2018: belum pernah sekalipun kebobolan lima gol dalam satu laga.

Gol-gol itu datang bertubi-tubi, seolah tak ada waktu untuk bernapas. Juan Villa yang membuka petaka di menit ke-15 dengan tendangan keras dari luar kotak penalti. Ia kembali menggoyang jala pada menit ke-59. Setelah itu, semuanya seperti runtuh. Mariano Peralta menambah di menit 62, disusul Koldo Obieta enam menit kemudian. Marcos Astina pun menutup pesta dengan gol di injury time.

Di tengah kebobolan itu, satu-satunya pelipur lara datang dari bek asal Brasil, Leo Lelis, di menit ke-73. Tapi itu jelas tak cukup. Bahkan, terasa seperti sekadar pengurang malu.

Kapten Persebaya, Bruno Moreira, mengaku terkejut. “Ini bukan pertandingan yang biasa bagi Persebaya,” ujarnya seusai laga.

“Kami datang ke sini untuk tiga poin. Tidak menyangka akan kebobolan lima kali dan hanya cetak satu gol. Tapi ya, inilah sepak bola.”

Nada kecewa itu wajar. Tapi di balik kekalahan telak, ada masalah taktis yang menganga. Persebaya tampak tak berdaya.

Pelatih Bernardo Tavares mencoba memecah bagaimana lima gol itu bisa terjadi. Menurutnya, sebagian besar datang dari momen-momen cepat di mana timnya gagal bereaksi.

Gol pertama dari tendangan jarak jauh Villa, padahal kekuatan tendangannya sudah dianalisis sebelumnya. Gol kedua dari bola mati. Gol ketiga dari serangan balik yang membuat pertahanan kalang kabut.

“Tiga gol pertama terjadi sangat cepat. Itu membuat pemain kami kehilangan fokus,” kata Tavares.

Gol keempat bahkan lebih menyakitkan. Bek Risto Mitrevski terjatuh di depan kotak penalti, dan Borneo langsung menghukumnya. Saat Persebaya coba bangkit lewat gol Leo Lelis, Tavares meminta tim lebih menyerang. Hasilnya? Ruang di belakang terbuka lebar untuk serangan balik lawan.

“Ketika kami keluar menyerang untuk menambah gol, justru seperti inilah hasilnya,” ucapnya.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar