Amiruddin mengakui, kepercayaan diri pemain sempat anjlok akibat hasil buruk beruntun. Tapi, ia masih melihat secercah harapan. Beberapa pemain kunci seperti Victor Luiz dan Savio Roberto sudah kembali. Penjaga gawang Hilman Syah juga memberi energi baru. Meski begitu, kondisi skuad belum ideal. Gledson Martins, Salman Alfarid, dan Ananda Raehan masih dalam masa pemulihan.
Namun, bagi Amiruddin, masalah utamanya bukan cuma soal siapa yang tampil. Ada hal lain yang lebih mengusik.
Di lapangan latihan, PSM kerap tampil meyakinkan. Intensitas bagus, skema permainan berjalan mulus. Tapi begitu tiba di pertandingan resmi, semuanya seperti menguap. Performa tak kunjung maksimal. Kontras inilah yang masih jadi teka-teki bagi tim pelatih.
Meski begitu, asisten pelatih itu memilih untuk tetap optimis. Kerja keras di setiap latihan adalah bukti bahwa api semangat belum padam.
Memang, satu hasil imbang di Ternate belum serta-merta menyelesaikan semua masalah PSM. Musim ini masih panjang dan penuh ketidakpastian. Tapi setidaknya, laga itu mengingatkan semua orang: Pasukan Ramang masih punya nyali untuk melawan, bangkit dari keterpurukan.
Dan menurut Amiruddin, nyali itulah yang akan menentukan nasib mereka. Apakah PSM bisa lolos dari masa sulit ini, atau justru terperosok lebih dalam. Pertarungan sesungguhnya masih berlangsung.
Artikel Terkait
Komnas Perempuan Apresiasi Respons Cepat Menpora Terkait Dugaan Pelecehan di Pelatnas Panjat Tebing
Borneo FC Hancurkan Persebaya 5-1, Geser Persija di Papan Atas Super League
Arsenal Lolos ke Perempat Final Piala FA Usai Dihajar Ketat Mansfield 2-1
Malut United vs PSM Makassar Berakhir Imbang 3-3, Gol Kemenangan David da Silva Dibatalkan VAR