Namun begitu, pertaruhan Flick tak cuma di lini depan. Sektor belakang juga akan mengalami perubahan. Eric Garcia dihukum absen, sementara Pedri diproyeksikan starter setelah tampil singkat dalam dua laga terakhir. Kabar mengejutkan datang dari sisi kiri pertahanan: Joao Cancelo berpeluang menggantikan Alejandro Balde. Langkah ini jelas untuk menambah daya gedor dan memaksa Giuliano Simeone, bek kanan Atletico, bekerja ekstra keras.
Di jantung pertahanan, duel ketat terjadi antara Gerard Martin dan Ronald Araujo untuk mendampingi Pau Cubarsi. Pilihan siapa pun punya konsekuensi tersendiri.
Jadi, inilah situasinya. Barcelona harus mengejar empat gol tanpa striker utama. Mereka mengandalkan strategi licik, efektivitas serangan yang tak terduga, dan tentu saja, soliditas di belakang. Leg kedua ini benar-benar ujian terbesar bagi Flick sepanjang musim.
Dengan "false nine" sebagai kartu truf, Barcelona berharap bisa menciptakan comeback spektakuler. Sebuah momen yang, jika berhasil, pasti akan dikenang dalam sejarah panjang Copa del Rey.
Semuanya akan terjawab Rabu dini hari nanti, 4 Maret 2026, tepat pukul 03.00 WIB.
Artikel Terkait
Real Madrid Tersungkur Lagi, Jarak dengan Barcelona Melebar Jadi 4 Poin
Norris Siap Hadapi Era Baru F1 di GP Australia 2026
PSM Makassar Gagal Pertahankan Keunggulan, Imbang 2-2 Lawan Persita
PSS Sleman Kokoh di Puncak, PSIS Semarang Terancam Degradasi