Tapi bagi Aoyama, angka bukan segalanya di fase awal seperti ini. Fokus utama adalah pengalaman dan adaptasi. “Saya sangat senang karena kedua pembalap berhasil finis dan mendapatkan pengalaman penting. Pada tahap ini, hal itu sangat krusial untuk perkembangan mereka. Sekarang, fokus kami adalah balapan selanjutnya,” tegasnya.
Veda yang Tetap Membumi
Di tengah sanjungan yang datang, Veda Ega Pratama justru bersikap rendah hati. Ia enggan larut dalam euforia. Bagi sang rookie, balapan debutnya ini lebih seperti laboratorium belajar yang berharga.
“Saya banyak belajar dari balapan ini. Pengalaman tersebut akan menjadi modal yang sangat penting untuk masa depan karier saya,” ungkap Veda dengan nada tenang.
Meski nyaris meraih podium, ia merasa cukup puas. Ia paham bahwa konsistensi adalah kunci di Moto3. “Pada akhirnya, finis di posisi ke-5 adalah hasil yang sangat bagus untuk balapan pertama saya, jadi saya sangat senang. Saya ingin berterima kasih kepada seluruh tim karena kerja hebat mereka sepanjang akhir pekan ini. Kami akan terus bekerja keras meningkatkan performa untuk seri berikutnya,” tuturnya.
Hasil di Buriram ini jelas sebuah sinyal positif. Di usia yang masih sangat belia, Veda Ega Pratama membuktikan bahwa talenta Indonesia bisa langsung bersaing di level tertinggi. Ia tak sekadar menghiasai lapangan, tapi langsung memberi ancaman serius. Masa depannya di ajang dunia patut untuk dinantikan.
Artikel Terkait
Real Madrid Hadapi Krisis Cedera Jelang Laga Penting Kontra Manchester City
Veda Ega Pratama Ukir Posisi Kelas Moto3 Thailand di Buriram
Dua Pemain Muda PSM Makassar Dipanggil Timnas Indonesia
PSM Makassar Hadapi Ujian Berat Melawan Persita di Stadion Gelora BJ Habibie