Menurut Desailly, itu kunci utama. Núñez butuh kepercayaan dan pelayanan cepat.
“Itulah detail kecilnya – ketika dia berlari, dia perlu segera mendapatkan bola. Jika tidak, dia akan cepat kehilangan kepercayaan diri,” jelas mantan bek tengah itu.
Desailly tetap yakin kualitas Núñez masih tinggi. Dia bahkan membandingkan fase sulit striker itu dengan kesulitan yang pernah dialami legenda seperti Dennis Bergkamp dan Roberto Carlos di awal karier mereka.
“Saya sebenarnya akan merekomendasikan Núñez untuk Chelsea. Dia pemain yang sangat bagus, pemain yang cerdas – dia hanya membutuhkan lingkungan yang tepat untuk tampil,” tegas Desailly.
“Ketika Liverpool mengidentifikasi potensinya, mereka tahu apa yang mereka miliki secara statistik. Tetapi ketika Anda memulai dengan buruk, kepercayaan diri menghilang dan pertimbangan dari orang-orang di sekitar Anda pun ikut hilang.”
“Ini seperti Dennis Bergkamp pergi ke Inter Milan – semuanya berjalan salah. Atau Roberto Carlos di awal kariernya, menendang bola ke tribun penonton. Kepercayaan diri tidak ada,” katanya memberi analogi.
“Itulah yang terjadi pada Núñez di Liverpool. Tetapi kualitasnya masih ada.”
Poinnya jelas: menurut Desailly, kegagalan Núñez di Anfield lebih soal lingkungan dan kepercayaan diri, bukan soal bakat. Dan di Premier League, peluang untuk membuktikannya masih terbuka lebar.
Artikel Terkait
Turnamen Domino di Palangka Raya Jadi Ajang Pencarian Atlet untuk Kejurnas 2026
Hodak Ingatkan Persib Tak Boleh Lengah Meski Puncaki Klasemen
Timnas Indonesia U-17 Turunkan Skuad Terbaik Hadapi Timor Leste di Piala AFF
Barcelona Pertimbangkan Tur Asia 2026 untuk Penuhi Aturan Finansial La Liga