Lalu, gimana skemanya? Agak rumit, tapi intinya begini. Ada delapan tim yang sudah lolos otomatis berkat finis di posisi delapan besar fase liga. Delapan sisanya adalah pemenang playoff. Nah, sebelum drawing playoff kemarin, UEFA udah bikin empat pasangan unggulan berdasarkan klasemen akhir fase liga.
Nanti di drawing 16 besar, dua tim dalam satu pasangan itu akan ditempatkan di sisi bagan yang berlawanan. Mereka kemudian akan dipertemukan dengan dua calon lawan yang sudah ditentukan dari pool pemenang playoff. Sistemnya jadi seperti puzzle yang langsung tersusun sampai semifinal.
Konsekuensinya? Partai-partai besar sangat mungkin terjadi lebih awal. Ambil contoh, Barcelona berpotensi ketemu Paris Saint-Germain. Atau, bayangkan jika Real Madrid harus berjibaku melawan Manchester City di fase knockout. Pertemuan-pertemuan berat seperti itu bukan lagi mimpi, tapi bisa jadi kenyataan yang terjadi jauh sebelum final.
Semuanya akan terjawab Jumat nanti. Dari Nyon, cerita perjalanan menuju Puskas Arena benar-benar dimulai.
Artikel Terkait
Juventus Pertimbangkan Emil Audero dalam Rencana Perombakan Kiper
Drawing 16 Besar Liga Champions: PSG dan Barcelona Hadapi Jalur Berat
Timnas Futsal Putri Indonesia Imbang Lawan Malaysia, Peluang Semifinal Tak Lagi di Tangan Sendiri
Atalanta, PSG, Real Madrid, dan Galatasaray Lengkapi Daftar 16 Besar Liga Champions