“Sekarang saya di tim yang berbeda. Tugas saya adalah berjuang mati-matian untuk tim ini di lapangan.”
Tavares tak memandang enteng mantan timnya. Dia menyebut PSM masih kuat, punya pemain berkualitas. Karena itu, anak asuhnya harus siap tempur. “Kami harus belajar dari hasil buruk sebelumnya dan tampil lebih baik,” ucapnya.
Sementara itu, di kamp PSM, Tomas Trucha sibuk menyiapkan strategi. Jadwal padat jadi tantangan tersendiri. Empat laga dalam 16 hari bukan main-main.
“Kami belum dapat poin maksimal di beberapa laga terakhir. Jadi, analisis terhadap lawan harus detail. Setiap poin akan kami perjuangkan,” kata pelatih asal Ceko itu.
Trucha paham betul, kehadiran Tavares di bangku lawan jadi cerita sampingan yang menarik. Mantan pelatih yang tahu seluk-beluk timnya. Tapi, dia berusaha menepisnya.
“Itu cuma cerita latar. Kami saling respek, tapi ini soal profesionalisme. Mereka siapkan timnya, kami siapkan tim kami. Fokus kami tetap di lapangan,” jelasnya.
Evaluasi utama Trucha ada pada hal-hal teknis. Menurutnya, eksekusi bola mati dan distribusi servis masih perlu ditingkatkan. “Servis adalah bagian penting dari permainan. Beberapa kesalahan sudah kami identifikasi dan sedang kami perbaiki,” tambahnya.
Pada akhirnya, laga ini adalah soal momentum. Baik PSM maupun Persebaya lagi sepi kemenangan. Hasil akhir beberapa pertandingan terakhir kurang memuaskan. Karena itu, duel di Surabaya ini jadi kesempatan emas untuk membalikkan keadaan.
“Dua tim sama-sama butuh bangkit. Ini saatnya kami belajar dan, semoga, membawa pulang poin penuh,” harap Trucha.
Dengan segala lapisan cerita di dalamnya rivalitas, hubungan emosional, dan desakan untuk menang laga ini jelas bukan pertandingan biasa. Nantikan saja. Begitu peluit dibunyikan, pertemanan akan terlupakan. Yang ada cuma satu: hasrat untuk menang.
Artikel Terkait
PSIS Raih Kemenangan Penting di Sidoarjo, Harapan Hindari Degradasi Kembali Menyala
Bernardo Tavares Hadapi Mantan Klub PSM Saup Persebaya di BRI Liga 1
Manchester United Incar Elliot Anderson untuk Perkuat Lini Tengah
Erick Thohir Beberkan 20 Program Strategis Kemenpora, Target Tuntas 2026