Korban jiwa, menurut hitungan resmi, mencapai sedikitnya 74 orang. Pemerintah menyatakan hanya satu warga sipil di antara korban tewas. Namun begitu, suasana di lapangan sungguh mencekam.
Warga dan turis berlarian mencari tempat aman. Anggota kartel memblokir jalan-jalan raya di 20 negara bagian, membakar mobil dan bus, serta meneror bisnis-bisnis lokal. Situasi itu menggambarkan betapa rapuhnya ketertiban.
Di sisi lain, Meksiko bukanlah satu-satunya tuan rumah. Mereka berbagi peran dengan Amerika Serikat dan Kanada untuk Piala Dunia yang akan digelar 11 Juni hingga 19 Juli nanti. Tekanan untuk memastikan keamanan jelas sangat besar.
Infantino, dengan pernyataannya yang singkat itu, seolah ingin meredam keraguan. Tapi di balik kata-kata "spektakuler" itu, tantangan nyata masih menunggu untuk dihadapi.
Artikel Terkait
PSIS Raih Kemenangan Penting di Sidoarjo, Harapan Hindari Degradasi Kembali Menyala
Bernardo Tavares Hadapi Mantan Klub PSM Saup Persebaya di BRI Liga 1
Manchester United Incar Elliot Anderson untuk Perkuat Lini Tengah
Erick Thohir Beberkan 20 Program Strategis Kemenpora, Target Tuntas 2026