SURABAYA – Rabu malam nanti, Stadion Gelora Bung Tomo bakal berubah jadi kawah candradimuka. Persebaya Surabaya bersiap menghadapi PSM Makassar dalam laga ke-14 mereka di Super League. Ini bukan sekadar pertandingan biasa, tapi soal gengsi. Dua klub dengan sejarah panjang dan rivalitas yang selalu panas.
Bagi Persebaya, situasinya kurang ideal. Mereka baru pulang dari Jepara dengan hasil yang mengecewakan. Jadwal yang padat bikin waktu pemulihan fisik para pemain sangat terbatas. Cuma tiga hari. Pelatih pasti pusing tujuh keliling.
Namun begitu, ada satu energi yang tak boleh dilupakan: Bonek. Dukungan penuh dari tribun dipercaya bisa jadi suntikan mental buat skuad "Green Force". Mereka butuh bangkit, dan cepat. Posisi di klasemen harus dijaga. GBT besok malam diharapkan jadi neraka sesungguhnya bagi tamu dari Makassar.
Statistik yang Nge-per
Kalau lihat catatan pertemuan, seru banget. Dari tiga belas laga sebelumnya, hasilnya benar-benar imbang. Masing-masing menang lima kali. Tiga sisanya? Ya seri. Persaingan gol juga ketat. PSM cetak lima belas, Persebaya cuma selisih satu di bawahnya.
Ini bukti rivalitas mereka bukan main-main. Selisihnya selalu tipis. Laga ke-14 ini, mau nggak mau, akan memecah kebuntuan statistik yang sudah bertahun jadi pertanda kesetaraan.
PSM Datang dengan Keyakinan
Di sisi lain, PSM Makassar datang dengan modal percaya diri yang gede. Meski baru tumbang dari Persija, tim berjuluk Juku Eja ini dikenal punya mental baja. Mereka nggak gampang ciut.
Artikel Terkait
Duel Bruno Moreira vs Dusan Lagator, Rp14,7 Miliar di GBT
Fajar/Fikri Siap Hadapi All England 2026 yang Bertepatan dengan Ramadhan
Barcelona Minta Jadwal Liga Champions Diubah Hindari Bentrok dengan Pemilihan Presiden
Timnas Futsal Putri Indonesia Hadapi Thailand di Laga Pembuka Piala AFF 2026