Dengan kondisi seperti ini, Loïs Openda jadi satu-satunya penyerang tengah murni yang siap dipercaya melawan Galatasaray. Tekanan di pundaknya bakal luar biasa berat.
Bayangkan, kehilangan tiga striker sekaligus. Dampaknya terhadap opsi taktik Massimiliano Allegri pasti besar. Juventus kemungkinan akan mengandalkan fleksibilitas pemain dari lini kedua, atau bahkan terpaksa mengubah skema permainan. Tujuannya cuma satu: mencari cara agar daya gedor mereka di depan tidak benar-benar punah.
Peran Jonathan David musim ini memang vital. Dalam delapan laga terakhir Serie A, dia selalu menjadi starter. Secara total, dari 34 penampilan di semua kompetisi, David telah menyumbang tujuh gol dan lima assist. Dua di antaranya ia ciptakan di Liga Champions. Kontribusi sebesar itu tentu sangat dirindukan, terutama di fase krusial seperti sekarang.
Laga sendiri akan digelar di markas Galatasaray pada Selasa, 17 Februari. Hasil pertandingan ini sangat menentukan; apakah Juventus bisa melangkah lebih jauh atau justru terhenti di sini. Tantangan mereka jelas tidak mudah, apalagi dengan pasukan striker yang menipis.
Artikel Terkait
John Herdman Main Bola di Pantai Mandalika Usai Tugas FIFA Series
Bhayangkara FC Bidik Balas Dendam atas Persija di Kandang Sendiri
Gaji Bernardo Silva Jadi Kendala Utama Juventus dalam Perburuan Transfer
FIGC Berburu Pengganti Gattuso, Allegri, Conte, dan Mancini Jadi Kandidat Utama