MILAN – Derby d’Italia selalu punya cerita. Yang ke-255 ini, antara Inter melawan Juventus di Giuseppe Meazza nanti dini hari, bukan cuma soal tiga poin. Lebih dari itu. Ada dendam, ada sejarah, dan tentu saja, ada sentimen pribadi yang bikin pertarungan ini terasa panas sejak sebelum kick-off.
Di sisi lain, ada narasi menarik di balik layar. Cristian Chivu, sang arsitek Inter, bakal berhadapan langsung dengan Luciano Spalletti. Ini pertemuan pertama mereka sebagai sesama pelatih. Tapi hubungan mereka jauh lebih dalam: dulu, Chivu adalah anak didik Spalletti di AS Roma.
“Dia itu perfeksionis. Sangat detail dan teliti,” kenang Chivu tentang mantan pelatihnya itu. “Waktu masih jadi pemain, aku sering nggak paham maksudnya. Sekarang? Sekarang semuanya jadi masuk akal.”
Kini, sang murid harus mengalahkan sang guru. Tujuannya jelas: menjaga puncak klasemen dan memuluskan jalan menuju Scudetto. Spalletti sendiri, yang kini memimpin Juventus, tak kalah apresiatif. Ia melihat Chivu cepat beradaptasi, terutama dengan skema tiga bek yang fleksibel.
“Dia punya bakat. Bisa jadi pelatih hebat,” ujar Spalletti, melempar pujian balik.
Duel Saudara, Drama Keluarga
Kalau di bangku cadangan ada duel ‘guru vs murid’, di lapangan malah ada pertarungan saudara. Marcus Thuram (Inter) akan berhadapan dengan adiknya sendiri, Khephren Thuram, yang berseragam Juventus.
Pertemuan terakhir mereka September lalu benar-benar dramatis. Juventus menang 4-3, dan yang bikin cerita, keduanya sama-sama bikin gol. Felipe Melo, mantan pemain kedua klub, bahkan berani bilang duel kakak-beradik ini lebih krusial daripada pertarungan bintang lain.
Artikel Terkait
PSM Makassar Evaluasi Skuad, Boboev Diincar Jadi Fondasi Musim Depan
Boboev Bawa Tajikistan ke Piala Asia 2027, Beri Harapan untuk PSM
Gagal ke Piala Dunia, Sepak Bola Italia Picu Badai Politik di Parlemen
Mengapa Pemain Spanyol Tak Bernyanyi Saat Lagu Kebangsaan Berkumandang?