SOLO Tekanan zona degradasi memang berat. Tapi Persis Solo justru berhasil merampungkan dua perekrutan penting di saat yang genting. Mereka mendatangkan Dejan Tumbas dan Abu Kamara, dua pemain dengan rekam jejak di Super League yang diharapkan bisa mengubah situasi.
Dua pemain, dua karakter yang berbeda. Namun, misinya cuma satu: menyelamatkan Laskar Sambernyawa dari jurang.
Mari bicara soal Dejan Tumbas dulu. Begitu kontraknya dengan Persebaya Surabaya berakhir, Persis langsung bergerak cepat. Dan Tumbas pun tak banyak berpikir panjang.
“Alasannya sederhana. Persis punya identitas kuat dan basis pendukung yang luar biasa semangat,” ujar pemain asal Serbia itu.
Di usia 26 tahun, Tumbas bukan lagi pemain muda yang perlu dibimbing. Dia datang dengan segudang pengalaman. Yang menarik, dia bisa diandalkan di banyak posisi. Bek sayap, gelandang, bahkan winger semua bisa dia lakoni. Fleksibilitas macam ini jarang ditemukan dalam satu paket.
Kondisi Persis yang tercecer di papan bawah justru dilihatnya sebagai tantangan, bukan halangan.
“Target saya jelas: bantu tim meraih hasil terbaik. Saya akan kontribusikan pengalaman, kerja keras setiap hari, dan tentu saja performa terbaik di lapangan,” tegasnya.
Dari Persebaya, dia membawa warisan disiplin taktik dan daya jelajah tinggi. Aset berharga buat tim yang sedang berjuang mencari bentuk.
Di sisi lain, ada nama Abu Kamara. Meski belum ada pengumuman resmi, di laman I.League namanya sudah tercatat dengan nomor punggung 4 milik Persis.
Artikel Terkait
Pelatih Persebaya Soroti Minimnya Persaingan Internal Sebagai Masalah Mendasar
Veda Ega Pratama Gagal Finis di Moto3 Amerika Usai Kecelakaan
Veda Ega Pratama Kejutkan COTA, Start P4 Moto3 AS 2026
Barcelona Incar Bastoni, Inter Buka Opsi Tukar Pemain