Ia menambahkan, “Saya ingin melakukannya untuk sepak bola dan apa yang diwakili oleh olahraga ini. Itu akan luar biasa.”
Ketika namanya dikaitkan dengan lowongan pelatih Brasil, Mourinho kembali menegaskan komitmennya. “Takdir saya, dalam hal internasional, adalah bermain di Piala Dunia bersama tim nasional Portugal. Saya tidak pernah mempertimbangkan untuk melatih tim nasional Brasil,” tegasnya.
“Pengalaman pertama saya harus bersama Portugal, dan kemudian orang-orang harus mengerti bahwa saya seorang profesional dan bahwa saya dapat melatih tim lain, tetapi selalu tim yang memiliki sesuatu yang menghubungkan saya,” lanjut Mourinho.
Dampak Rantai di Liga Portugal
Jika Mourinho akhirnya menerima tawaran FPF, hal itu tentu akan memicu pergerakan pelatih lainnya di Liga Portugal. Benfica, yang saat ini berada di posisi ketiga klasemen, akan kehilangan nahkodanya di tengah musim. Situasi ini berpotensi membuka jalan bagi kembalinya Ruben Amorim ke klub tersebut. Amorim, yang masih sangat dihormati di Portugal meski sempat mengalami masa sulit di Inggris, memiliki sejarah panjang bersama Sporting Lisbon baik sebagai pemain maupun pelatih yang sukses.
Sementara itu, Mourinho masih memiliki tugas yang menantang bersama Benfica. Tim asuhan tersebut baru saja meraih kemenangan penting atas Real Madrid dan bersiap menghadapi duel sengit di play-off Liga Champions. Keputusan apapun yang diambilnya nanti, baik untuk bertahan atau pergi, pasti akan menjadi momen penting yang mempengaruhi peta sepak bola Portugal.
Artikel Terkait
Fu Haifeng, Legenda Bulutangkis China, Ternyata Berdarah Indonesia
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Podium di MotoGP
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts dan Nevis dengan Selisih Nilai Pasar Pemain 50 Kali Lipat
Eredivisie Tegaskan Tak Akan Ulangi Pertandingan Meski Status Pemain Dipertanyakan