Fokus pada Persiapan KTM
Di tengah gebyar performa Ducati, Acosta memilih untuk tidak panik. Ia menggarisbawahi bahwa tes pramusim adalah momen pengembangan, dan gambaran sesungguhnya hanya akan terlihat ketika lampu start padam di seri pembuka. Ia menyebut timnya, KTM, juga menunjukkan progres, meski masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
“Saya rasa kami harus terus bekerja dengan cara kami sendiri, karena pada akhirnya kami tidak bisa mengontrol apa yang dilakukan orang lain,” ucapnya.
“Saya pikir semua pabrikan meningkat. Kami juga, meski sedikit. Aprilia kurang lebih berada di level yang sama. Tapi, pada akhirnya, yang terpenting adalah menyelesaikan Grand Prix Thailand dan melihat di mana posisi kami sebenarnya dalam balapan,” pungkas Acosta.
Pernyataan pembalap berjuluk "Baby Shark" ini mencerminkan kematangan dalam menyikapi persaingan. Alih-alih terpancing dengan kecepatan rival, ia menekankan pentingnya konsistensi dan evaluasi nyata di lintasan balap. Seri pertama MotoGP 2026 di Thailand pada awal Maret nanti akan menjadi pembuktian sejati bagi semua kerja keras selama musim dingin.
Artikel Terkait
Pelatih Bulgaria Puji Level Timnas Indonesia Usai Kemenangan Tipis di Final FIFA Series
Nagelsmann Peringatkan Jerman Soal Disiplin Posisi Meski Taklukkan Ghana
Timnas Indonesia Kalah Tipis dari Bulgaria di Final FIFA Series, Verdonk: Kami Tampil Lebih Baik
PSIS Semarang Hajar Persipal 6-1, Keluar dari Zona Degradasi