Kemenkes: Angka Kematian DBD Tembus Target, Indonesia Pacu Target Nol Kematian 2030

- Selasa, 10 Februari 2026 | 11:45 WIB
Kemenkes: Angka Kematian DBD Tembus Target, Indonesia Pacu Target Nol Kematian 2030

Indonesia punya target besar di sektor kesehatan: nol kematian akibat demam berdarah dengue (DBD) pada tahun 2030. Dan menurut Kementerian Kesehatan, kita sedang berada di jalur yang tepat untuk mewujudkannya. Optimisme ini bukan tanpa alasan.

Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kemenkes, Asnawi Abdullah, dengan tegas menyatakan komitmen itu.

"Indonesia kini mantap melangkah untuk mencapai tujuan utama kita yaitu Nol Kematian Dengue pada tahun 2030," katanya, seperti dikutip dari Media Indonesia, Selasa (10/2/2026).

Keyakinan itu muncul dari sebuah capaian konkret. Pada tahun 2025 lalu, angka fatalitas atau Case Fatality Rate (CFR) DBD berhasil ditekan hingga ke level 0,4 persen. Ini rekor terendah, sekaligus menembus target nasional yang ditetapkan di angka 0,5 persen. Sebuah pencapaian yang cukup signifikan.

"Tren ini menunjukkan bahwa meskipun dengue masih menyebar di komunitas kita, semakin sedikit orang yang meninggal karenanya," ujar Asnawi.

Lalu, apa kunci di balik angka yang menggembirakan ini? Asnawi membeberkan dua pilar utama. Pertama, ketangguhan dalam manajemen klinis di fasilitas kesehatan. Kedua, dan ini yang kerap ditekankan, adalah peran aktif masyarakat lewat program Juru Pemantau Jentik (Jumantik).

Memang, perjalanan tak selalu mulus. Tahun 2024 sempat terjadi lonjakan kasus, didorong fenomena El Nino. Tapi responsnya cepat. Adopsi teknologi kesehatan terbaru digandengkan dengan penguatan aksi di tingkat akar rumput. Hasilnya, pemulihan berjalan cukup baik.

Asnawi kembali menegaskan, kerja keras para relawan di lapangan adalah fondasi yang tak tergantikan.

“Keberhasilan ini menunjukkan kekuatan layanan kesehatan kita dan dahsyatnya aksi komunitas, terutama melalui program Jumantik, relawan pemantau jentik kita yang bekerja dari pintu ke pintu untuk menghentikan dengue langsung dari sumbernya,” jelasnya.

Jadi, meski ancaman DBD masih nyata, langkah-langkah yang ditempuh sejauh ini memberikan secercah harapan. Target 2030 masih jauh, tapi setidaknya fondasi untuk mencapainya sudah mulai kokoh terbangun.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar