Di balik rumor ini, ada satu nama yang menjadi faktor kunci: Bernardo Tavares. Hubungan kerja sama yang sukses antara pelatih asal Portugal itu dengan Sananta di PSM Makassar menjadi fondasi kuat minat Persebaya. Di bawah bimbingan Tavares pada musim 2022/2023, Sananta berkembang menjadi striker lokal paling produktif dengan torehan 11 gol, sekaligus membantu PSM meraih gelar juara Liga 1.
Relasi dan pemahaman taktis yang sudah terbangun itu dinilai sangat berharga untuk membangun lini depan Persebaya di masa depan.
Kecocokan Karakter dan Proyeksi Masa Depan
Dari segi karakter permainan, profil Sananta dinilai sangat cocok dengan DNA yang ingin dibangun Tavares di Persebaya. Sebagai striker yang pekerja keras, agresif dalam menekan pertahanan lawan, dan memiliki naluri gol yang baik, ia sejalan dengan filosofi permainan tim yang mengandalkan intensitas dan soliditas.
Oleh karena itu, manajemen Persebaya disebut memilih untuk bersabar dan menunggu momentum yang tepat, yaitu saat kontrak Sananta berakhir. Pendekatan ini memungkinkan klub merekrutnya tanpa biaya transfer, sebuah langkah yang lebih rasional secara finansial.
Dengan pendaftaran pemain putaran kedua yang akan ditutup pada Jumat, 6 Februari 2026, kejutan terakhir masih mungkin terjadi. Namun, untuk kasus Sananta, semua indikasi mengarah pada persiapan musim depan. Rumor ini bukan lagi sekadar wacana, melainkan telah menjadi rencana yang konkret di meja manajemen. Bagi para pendukung setia, harapan untuk melihat sang striker membela tim kesayangan kini terasa semakin nyata, meski harus menunggu sedikit lebih lama.
Artikel Terkait
Mario Suryo Aji Akhirnya Kantongi Poin Pertama di Moto2 2026
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Raih Podium Perdana Moto3 di Brasil
Veda Ega Pratama Raih Podium Perdana Moto3 di Brasil, Naik ke Peringkat Tiga Klasemen
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Raih Podium Ketiga Moto3 Brasil 2026