Zelensky Tegaskan Tak Ada Wilayah Ukraina yang Bisa Diserahkan ke Rusia

- Selasa, 09 Desember 2025 | 19:45 WIB
Zelensky Tegaskan Tak Ada Wilayah Ukraina yang Bisa Diserahkan ke Rusia

Konflik antara Ukraina dan Rusia masih jauh dari kata selesai. Di tengah upaya-upaya diplomatik yang berjalan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan tegas menyatakan satu hal: negaranya tidak akan menyerahkan satu jengkal pun wilayahnya kepada Rusia. Pernyataan ini sekaligus menegaskan kembali sikap keras Kyiv, yang kini telah hampir empat tahun berperang.

“Apakah kami membayangkan akan menyerahkan wilayah?” tanya Zelensky dalam sebuah konferensi pers, seperti dilaporkan AFP, Selasa (9/12/2025).

“Kami tidak memiliki hak hukum untuk melakukannya, berdasarkan hukum Ukraina, konstitusi kami, dan hukum internasional. Dan kami juga tidak memiliki hak moral apa pun,” tegasnya.

Dia mengakuinya, masalah wilayah ini memang jadi batu sandungan terbesar. Menurut Zelensky, Rusialah pihak yang bersikeras untuk merebutnya. Sementara Ukraina? Mereka sama sekali tak punya niat untuk menyerahkan apa pun. “Kami sedang memperjuangkannya,” ucapnya. Hingga kini, belum ada titik temu. “Ada masalah-masalah sulit terkait wilayah dan sejauh ini, belum ada kompromi,” sambungnya.

Di sisi lain, dari Moskow, Presiden Vladimir Putin punya tekad yang tak kalah bulat. Ambisinya adalah mengambil alih seluruh kawasan Donbas di Ukraina. Dua sikap yang berseberangan ini, tentu saja, membuat meja perundingan jadi ruang yang sangat rumit.

Sebenarnya, Amerika Serikat disebut-sebut sedang berusaha menjembatani, mencari celah kompromi. Tapi rintangannya besar. Seorang pejabat senior yang enggan disebut namanya namun paham betul jalannya negosiasi mengatakan kepada AFP bahwa soal wilayah ini adalah poin yang ‘paling problematik’. Selain itu, jaminan keamanan jangka panjang untuk Kyiv juga masih jadi bahan perdebatan serius.

Zelensky sendiri terlihat sibuk berkeliling. Usai menghadiri pertemuan di London, dia terbang ke Brussels untuk bertemu para pemimpin NATO dan Komisi Eropa. Agenda utamanya adalah membahas 20 poin proposal yang diterima dari pihak AS. “Kuncinya adalah mengetahui apa yang akan siap dilakukan oleh mitra-mitra kami jika terjadi agresi baru oleh Rusia,” kata Zelensky dalam konferensi pers online sehari sebelumnya, Senin (8/12).

“Saat ini, kami belum menerima jawaban apa pun untuk pertanyaan ini,” imbuhnya, menyiratkan kekhawatiran yang masih menggantung.

Rencananya, proposal balasan dari Ukraina akan disiapkan pada Selasa malam itu juga, untuk kemudian dikirimkan ke Washington. Perjalanan panjang mencari perdamaian tampaknya masih akan berliku. Kedua belah pihak masih berdiri kukuh pada prinsip masing-masing, dan dunia hanya bisa menunggu, sambil berharap ada terobosan di tengah kebuntuan yang terasa makin dalam.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler