Sebenarnya, Amerika Serikat disebut-sebut sedang berusaha menjembatani, mencari celah kompromi. Tapi rintangannya besar. Seorang pejabat senior yang enggan disebut namanya namun paham betul jalannya negosiasi mengatakan kepada AFP bahwa soal wilayah ini adalah poin yang ‘paling problematik’. Selain itu, jaminan keamanan jangka panjang untuk Kyiv juga masih jadi bahan perdebatan serius.
Zelensky sendiri terlihat sibuk berkeliling. Usai menghadiri pertemuan di London, dia terbang ke Brussels untuk bertemu para pemimpin NATO dan Komisi Eropa. Agenda utamanya adalah membahas 20 poin proposal yang diterima dari pihak AS. “Kuncinya adalah mengetahui apa yang akan siap dilakukan oleh mitra-mitra kami jika terjadi agresi baru oleh Rusia,” kata Zelensky dalam konferensi pers online sehari sebelumnya, Senin (8/12).
“Saat ini, kami belum menerima jawaban apa pun untuk pertanyaan ini,” imbuhnya, menyiratkan kekhawatiran yang masih menggantung.
Rencananya, proposal balasan dari Ukraina akan disiapkan pada Selasa malam itu juga, untuk kemudian dikirimkan ke Washington. Perjalanan panjang mencari perdamaian tampaknya masih akan berliku. Kedua belah pihak masih berdiri kukuh pada prinsip masing-masing, dan dunia hanya bisa menunggu, sambil berharap ada terobosan di tengah kebuntuan yang terasa makin dalam.
Artikel Terkait
46 RT dan 13 Ruas Jalan di Jakarta Masih Terendam hingga Larut Malam
TASPEN Salurkan Manfaat Jaminan untuk Anak Korban Kecelakaan Pesawat KKP
Angka Pengungsi di Sumatera Terus Menyusut, Huntara dan Bantuan Tunai Percepat Pemulihan
Pemerintah Siapkan Diskon Mudik dan Stabilisasi Harga Jelang Ramadan