Mulai 1 Desember 2025 nanti, enam kereta api jarak jauh tak lagi singgah di Stasiun Jatinegara, Jakarta. Keputusan ini diambil oleh PT Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta sebagai bagian dari penyesuaian pola operasi. Jadi, bersiaplah dengan perubahan ini.
"Memang ada enam KA tujuan kedatangan yang kami hentikan pemberhentiannya di Stasiun Jatinegara," jelas Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, mengutip Antara.
Perubahannya ternyata tak cuma itu. PT KAI juga mengubah pola pemberhentian untuk sejumlah kereta yang berangkat dari wilayah Daop 1 Jakarta. Ambil contoh KA Fajar Utama Yogyakarta dari Pasar Senen menuju Yogyakarta. Mulai tanggal yang sama, kereta ini nggak akan berhenti di Stasiun Cikampek lagi. Padahal sebelumnya, selain Bekasi dan Karawang, Cikampek jadi salah satu persinggahannya.
"Setelah 1 Desember 2025, pemberhentian hanya di Stasiun Bekasi dan Karawang untuk naik-turun penumpang," tambah Ixfan.
Di sisi lain, ada sedikit perubahan waktu tempuh akibat penyesuaian ini. Rata-rata sih cuma selisih di bawah 10 menit. Jadi, secara keseluruhan jadwal perjalanan nggak bakal terlalu terdampak.
Menurut Ixfan, langkah ini ditempuh demi beberapa hal. "Perubahan pola operasi ini dilakukan dalam rangka memastikan keselamatan perjalanan, meningkatkan efisiensi operasi, dan memaksimalkan kelancaran arus kedatangan, serta keberangkatan kereta api di wilayah Daop 1 Jakarta," paparnya.
Karena itu, ia mengimbau para calon penumpang agar menyesuaikan rencana perjalanan mereka menyambut perubahan yang berlaku mulai 1 Desember mendatang.
"Kami juga mengimbau calon penumpang untuk selalu memperhatikan jadwal terbaru di aplikasi Access by KAI, website resmi KAI, serta kanal informasi lainnya," pungkas Ixfan menutup pernyataannya.
Ini Dia Daftar Kereta Api Jarak Jauh yang Tak Lagi Berhenti di Jatinegara
- KA Manahan (Solo Balapan-Gambir)
- KA Bogowonto (Lempuyangan-Pasar Senen)
- KA Gajahwong (Lempuyangan-Pasar Senen)
- KA Gunung Jati (Semarang Tawang-Gambir)
- KA Cakrabuana (Purwokerto-Gambir)
- KA Parahyangan (Bandung-Gambir)
Artikel Terkait
Pengamat Peringatkan Risiko Defisit dan Pelemahan Rupiah dari Impor Minyak AS
Ahli Gizi Ungkap Peran Minyak Zaitun Tingkatkan Penyerapan Nutrisi
Jadwal Imsak dan Salat di Jakarta untuk 7 Ramadhan 1447 H
Proyek Tanggul Raksasa Pantura Diperkirakan Tembus Rp1.684 Triliun