Menurutnya, pihak manajemenlah yang punya informasi lengkap dan otoritas untuk menangani ini. Mulai dari detail sanksi, proses penyelesaian, sampai langkah-langkah administratif yang harus dijalankan. Meski begitu, Trucha tetap percaya pada manajemen klub.
“Saya percaya dan mereka sadar bekerja untuk menyelesaikan hal tersebut supaya kita full time di laga berikutnya,” terangnya.
Pernyataannya itu sekaligus jadi harapan. Harapan agar PSM bisa segera bebas dan fokus penuh ke lapangan. Soalnya, di tengah persaingan Super League yang makin sengit, kondisi skuad yang serba terbatas bisa jadi bumerang yang mematikan.
Dari sisi teknis, risiko nyata sudah menunggu. Cedera, akumulasi kartu, kebutuhan rotasi semua itu butuh fleksibilitas. Tanpa akses transfer, pilihan Trucha di bangku cadangan bisa sangat terbatas. Belum lagi dampak psikologisnya. Kegelisahan di luar lapangan kerap merembes ke dalam, mengganggu konsentrasi pemain meski pelatih berusaha menciptakan suasana tenang.
Di sisi lain, tekanan kini ada di pundak manajemen. Mereka dituntut bergerak cepat dan transparan. Suporter setia Juku Eja pastinya tak ingin kasus ini berlarut-larut seperti dulu. Pelajaran dari pengalaman sebelumnya jelas: menyelesaikan sanksi FIFA butuh ketelitian administrasi, komunikasi yang baik, dan tentu saja, kesiapan finansial.
Kalau sanksi bisa dicabut sebelum bursa tutup, masih ada celah untuk berbenah. Tapi kalau tidak? Ya, PSM harus pasrah menjalani sisa musim dengan modal pemain yang ada. Mereka akan sangat bergantung pada kedalaman skuad dan kreativitas Trucha mengolah tim.
Dengan jadwal makin padat dan target yang tetap tinggi, sikap tenang Trucha mungkin justru yang dibutuhkan. Isyaratnya jelas: fokus utama adalah menjaga performa di lapangan. Sementara itu, mereka berharap persoalan di belakang layar segera menemui titik terang.
Bagi PSM Makassar, ini lebih dari sekadar urusan transfer pemain. Ini soal menjaga stabilitas dan martabat klub agar tetap bisa bersaing sampai peluit akhir musim nanti.
Artikel Terkait
Gol Dibatalkan VAR, Persebaya Cuma Raih Satu Poin di Kandang
Dion Markx Sambut Persaingan Ketat di Lini Belakang Persib
Merah Putih Gempur Bangkok, Sabet Empat Gelar di Thailand Masters
Yuran Fernandes di Ujung Tanduk: Laga Lawan Semen Padang Jadi Penentu Legitimasi Sang Kapten