BANGKOK – Nimibutr Stadium bergemuruh, Minggu (1/2/2026) lalu. Bukan untuk tuan rumah, melainkan untuk pasukan Merah Putih yang benar-benar merajai Thailand Masters. Dari lima sektor yang dipertandingkan, Indonesia pulang membawa empat piala. Sungguh sebuah awal tahun yang spektakuler.
Dominasi ini bukan cuma angka. Ini adalah sinyal kuat. Regenerasi bulu tangkis kita ternyata berjalan dengan sangat baik. Tak cuma andalan, nama-nama baru pun muncul ke permukaan, menunjukkan kedalaman skuad yang selama ini didamba-dambakan.
Dan sorotan paling terang, mungkin, jatuh pada Moh Zaki Ubaidillah. Pemain tunggal putra ini melewati pertarungan sengit selama 1 jam 18 menit melawan wakil Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul. Drama tiga gim berakhir dengan kemenangan Zaki: 21-19, 20-22, dan 21-19. Gelar pertamanya di tahun 2026 ini sekaligus menebus kekecewaan di turnamen dalam negeri sebelumnya.
Keberhasilan Zaki langsung disempurnakan oleh duet ganda putri, Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti. Mereka sempat tertekan. Gim pertama lepas dari genggaman melawan unggulan ketujuh China, Bao Li Jing/Li Yi Jing. Tapi, Tiwi dan Fadia bangkit. Perlahan mereka balikkan keadaan, menutup pertandingan dengan skor 15-21, 21-15, dan 21-18.
Namun begitu, puncak kebanggaan justru terasa di dua final yang semuanya diisi bendera Indonesia. Seperti perang saudara yang penuh semangat.
Di sektor ganda putra, Leo Rolly Carnando dan Bagas Maulana yang merupakan unggulan teratas, menunjukkan kelasnya. Mereka mengatasi juniornya, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, dengan relatif meyakinkan: 21-10 dan 21-17.
Artikel Terkait
Persib Kokoh di Puncak Meski Borneo Menang Dramatis
Gol Dibatalkan VAR, Persebaya Cuma Raih Satu Poin di Kandang
Dion Markx Sambut Persaingan Ketat di Lini Belakang Persib
Yuran Fernandes di Ujung Tanduk: Laga Lawan Semen Padang Jadi Penentu Legitimasi Sang Kapten