MAKASSAR Andai kata sanksi FIFA tak sedang membelenggu, nama Will Dusan Lagator mungkin sudah tercantum rapi di daftar pemain PSM. Bek tengah berpostur raksasa itu bisa saja sudah bersiap di pinggir lapangan, menanti debutnya melawan Semen Padang. Tapi sepak bola kan tak pernah pakai kata “andai”. Yang ada cuma ruang spekulasi, dan harapan yang mengambang.
Isu soal Dusan Lagator memang kian santer belakangan ini. Bek kelahiran Yugoslavia yang kini memegang paspor Montenegro itu disebut-sebut sebagai target utama PSM untuk memperkuat lini belakang. Kabarnya makin kuat setelah Liga India kompetisi terakhir yang ia jalani bersama Kerala Blasters dihentikan. Momentumnya seolah pas.
Di sisi lain, situasi PSM sendiri lagi genting. Jadwal tiga pekan ke depan berat banget: Semen Padang, PSBS Biak, dan Dewa United menanti beruntun. Performa tim lagi goyah, enam laga tanpa kemenangan jadi alarm keras. Ada yang harus segera dibenahi, dan cepat.
Bek Berpengalaman, Statistik Bicara
Nggak main-main, Lagator. Pemain 31 tahun ini punya catatan 312 pertandingan di semua kompetisi. Total 22.558 menit di lapangan itu bicara soal pengalaman.
Dia bukan tipe bek yang steril. Sepanjang kariernya, ia catat 12 gol, tujuh assist, 24 kartu kuning, dan lima kartu merah. Angka-angka itu gambarkan bek yang agresif, keras dalam duel, berani ambil risiko. Kadang berbuah kartu, kadang jadi penyelamat.
Dengan tinggi 190 sentimeter, Lagator tawarkan sesuatu yang selama ini dirindukan PSM: dominasi udara. Posturnya intimidatif. Kehadirannya jika terealisasi bisa jadi tandem ideal, atau bahkan pengganti, untuk Yuran Fernandes dan Neto.
Soal kedalaman skuad belakang, PSM emang kerap dipersoalkan. Kalau Yuran atau Neto absen, atau lagi nggak fit, pertahanan langsung keliatan rapuh. Pelapis yang ada sejauh ini belum bikin tenang.
“Mudah-mudahan ini pemain yang bagus. Kalau lihat statistik, dia berpengalaman. Diharapkan bisa jadi tandem atau pengganti Yuran atau Neto,” ujar Rizal, salah satu pendukung PSM.
Fleksibilitas dan Pilihan Taktik
Kehadiran Lagator juga buka ruang taktik lebih luas buat Tomas Trucha. Bek berpengalaman macam dia kasih opsi: main aman dengan empat bek, atau lebih berani pakai tiga bek.
Dalam skema tiga bek, Lagator bisa diplot sebagai jangkar, berdampingan dengan Yuran dan Neto. Bisa juga ditempatkan di kanan atau kiri, tergantung kebutuhan. Fleksibilitas semacam ini jadi barang mewah buat PSM yang lagi cari formula di tengah badai.
“Tentu lebih gampang buat pelatih milih. Kalau mau main pakai tridente, dia bisa jadi tandem Yuran dan Neto, atau ditaruh di posisi lain,” lanjut Rizal.
Artikel Terkait
PSM Makassar Terjerat Embargo FIFA, Trucha Serahkan ke Manajemen
Ubed Sumbang Gelar Keempat, Thailand Masters 2026 Dikuasai Indonesia
Ubed Sabet Gelar Thailand Masters Lewat Drama Tiga Gim Mencekam
Koldo Obieta Jadi Pahlawan, Borneo FC Tumbangkan PSIM di Detik-Detik Akhir